Tampilkan postingan dengan label Wanita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wanita. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 September 2015

INI Bahayanya jika anda terbiasa menjemur pakaian di dalam rumah!!


Menjemur pakaian didalam rumah mungkin masih sering dilakukan oleh sebagian orang. Mereka melakukan hal tersebut biasanya karena hujan yang terus menerus atau karena tidak punya lahan yang cukup untuk menjemur pakaian diluar.

Sahabat.. pagi ini saya membaca sebuah artikel tentang bahaya menjemur pakaian didalam ruangan. Ternyata kebiasaan tersebut dapat merugikan kesehatan kita dan keluarga. Penelitian yang dilakukan National Aspergillosis Centre di Manchester, Inggris mengatakan bahwa menjemur pakaian dalam rumah bisa meningkatkan kelembaban suatu ruangan. Selain itu menjemur pakaian di dalam ruangan juga akan memicu pertumbuhan bakteri dan spora yang membahayakan.

Anda mau tahu apa saja hal berbahaya yang ditimbulkan dari kebiasaan menjemur pakaian didalam ruangan, berikut ini penjelasannya:

1. Dapat memicu sakit pernafasan

Menurut Professor David Denning, dalam penelitiannya mengungkapkan bahwasannya "kebiasaan Menjemur pakaian dalam rumah dapat meningkatkan kelembaban ruangan sampai 30%. Kondisi tersebut sangat sempurna untuk pertumbuhan spora jamur, terutama jenis Aspergillus fumigatus yang menyebabkan infeksi paru-paru"

“Satu ember cucian mengandung kurang lebih 2 liter air, yang akan menguap dalam ruangan. Saat tubuh dalam kondisi prima, hal tersebut tidak berpengaruh banyak, namun ketika imunitas melemah, tubuh jadi mudah terserang infeksi pernapasan yang disebabkan jamur" tambah prof David.

Saat pertumbuhan popullasi jamur, spora dan bakteri meningkat di dalam ruangan, angka resiko terkena infeksi dari beberapa mahluk renik akan menigkat pada penghuni rumah, terutama penyakit yang berhubungan dengan pernapasan seperti asma dan sinusitis, bronkitis, dan alergi. Hal ini akan lebih berbahaya bagi orang yang memiliki penyakit asma akut dan seseorang yang sedang menjalani proses kemoterapi. Ruangan lembap bisa memicu aspergilosis paru, yang berakibat fatal.

2. Dapat memicu kanker

Para ilmuwan yang melibatkan ahli lingkungan hidup mencermati polusi di Seattle, amerika serikat. Mereka menyelidiki bahan yang menguap dari pakaian. Hasilnya, penguapan pakaian ternyata mengandung 7 polutan udara yang berbahaya. Dua dari tujuh bahan polutan tersebut adalah asetaldehida dan benzene , bahan yang telah ditetapkan sebagai karsinogen (penyebab kanker).di Amerika Serikat. Mungkin polutan ini sama seperti halnya jika anda terpapar asap rokok dari teman anda yang perokok. Atau anda sebagai seorang pengendara motor tanpa masker yang terjebak macet di tengah kendaraan penuh asap pembuangan.

Nah sahabat, sebaiknya anda melakukan penjemuran diluar ruangan saja. Atau kalaupun anda trepaksa harus menjemur didalam, sebaiknya jangan diruangan yang memilki pentilasi yang buruk. Buka jendela dan pintu agar terjadi siurkulasi udara yang cukup.

Sumber : viva

Berbagi Tak Akan Rugi... Bagikan :

Wanita Harus Baca, Beginilah Perempuan Dalam Pikiran Laki-Laki

Kamu tau kenapa saya suka wanita itu pakai jilbab? Jawabannya sederhana, karena mata saya susah diajak kompromi. Bisa dibayangkan bagaimana saya harus mengontrol mata saya ini mulai dari keluar pintu rumah sampai kembali masuk rumah lagi. Dan kamu tau? Di kampus tempat saya seharian disana, kemana arah mata memandang selalu saja membuat mata saya terbelalak. Hanya dua arah yang bisa membuat saya tenang, mendongak ke atas langit atau menunduk ke tanah.



Melihat kedepan ada perempuan berlenggok dengan seutas “Tank Top”, noleh ke kiri pemandangan “Pinggul terbuka”, menghindar kekanan ada sajian “Celana ketat plus You Can See”, balik ke belakang dihadang oleh “Dada menantang!” Astaghfirullah… kemana lagi mata ini harus memandang?

Kalau saya berbicara nafsu, ow jelas sekali saya suka. Kurang merangsang itu mah! Tapi sayang, saya tak ingin hidup ini dibaluti oleh nafsu. Saya juga butuh hidup dengan pemandangan yang membuat saya tenang. Saya ingin melihat wanita bukan sebagai objek pemuas mata. Tapi mereka adalah sosok yang anggun mempesona, kalau dipandang bikin sejuk di mata. Bukan paras yang membikin mata panas, membuat iman lepas ditarik oleh pikiran “ngeres” dan hatipun menjadi keras.

Andai wanita itu mengerti apa yang sedang dipikirkan oleh laki-laki ketika melihat mereka berpakaian seksi, saya yakin mereka tak mau tampil seperti itu lagi. Kecuali bagi mereka yang memang punya niat untuk menarik lelaki untuk memakai aset berharga yang mereka punya.

Istilah seksi kalau boleh saya definisikan berdasar kata dasarnya adalah penuh daya tarik seks. Kalau ada wanita yang dibilang seksi oleh para lelaki, janganlah berbangga hati dulu. Sebagai seorang manusia yang punya fitrah dihormati dan dihargai semestinya anda malu, karena penampilan seksi itu sudah membuat mata lelaki menelanjangi anda, membayangkan anda adalah objek syahwat dalam alam pikirannya. Berharap anda melakukan lebih seksi, lebih… dan lebih lagi. Dan anda tau apa kesimpulan yang ada dalam benak sang lelaki? Yaitu: anda bisa diajak untuk begini dan begitu alias gampangan!

Mau tidak mau, sengaja ataupun tidak anda sudah membuat diri anda tidak dihargai dan dihormati oleh penampilan anda sendiri yang anda sajikan pada mata lelaki. Jika sesuatu yang buruk terjadi pada diri anda, apa itu dengan kata-kata yang nyeleneh, pelecehan seksual atau mungkin sampai pada perkosaan. Siapa yang semestinya disalahkan? Saya yakin anda menjawabnya “lelaki” bukan? Oh betapa tersiksanya menjadi seorang lelaki dijaman sekarang ini.

Kalau boleh saya ibaratkan, tak ada pembeli kalau tidak ada yang jual. Simpel saja, orang pasti akan beli kalau ada yang nawarin. Apalagi barang bagus itu gratis, wah pasti semua orang akan berebut untuk menerima. Nah apa bedanya dengan anda menawarkan penampilan seksi anda pada khalayak ramai, saya yakin siapa yang melihat ingin mencicipinya.

Begitulah seharian tadi saya harus menahan penyiksaan pada mata ini. Bukan pada hari ini saja, rata-rata setiap harinya. Saya ingin protes, tapi mau protes ke mana? Apakah saya harus menikmatinya? tapi saya sungguh takut dengan Zat yang memberi mata ini. Bagaimana nanti saya mempertanggungjawabkan nanti? sungguh dilema yang berkepanjangan dalam hidup saya.

Allah Taala telah berfirman:

“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya”, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita beriman “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya) kecuali yang biasa terlihat. ….” – (QS. An-Nuur : 30-31).

adi tak salah bukan kalau saya sering berdiam di ruangan kecil ini, duduk di depan komputer menyerap sekian juta elektron yang terpancar dari monitor, saya hanya ingin menahan pandangan mata ini.
Biarlah mata saya ini rusak oleh radiasi monitor, daripada saya tak bisa pertanggung jawabkan nantinya.

Jadi tak salah juga bukan? kalau saya paling malas diajak ke mall, jjs, kafe, dan semacam tempat yang selalu menyajikan keseksian.

Saya yakin, banyak laki-laki yang punya dilema seperti saya ini. Mungkin ada yang menikmati, tetapi sebagian besar ada yang takut dan bingung harus berbuat apa. Bagi anda para wanita apakah akan selalu bahkan semakin menyiksa kami sampai kami tak mampu lagi memikirkan mana yang baik dan mana yang buruk. Kemudian terpaksa mengambil kesimpulan menikmati pemadangan yang anda tayangkan?

So, berjilbablah… Karena itu sungguh nyaman, tentram, anggun, cantik, mempersona dan tentunya sejuk dimata.

Jadilah wanita yang menjaga aurat karan itu menjaga pandangan lelaki.

Pesan dari Seorang laki-laki yang berusaha menahan pandangannya:

Jadilah wanita yang menjaga aurat karena itu menjaga pandangan lelaki” karena SALING MENJAGA itu lebih BAIK daripada SALING MENYALAHKAN… - 

Selasa, 01 September 2015

Bentuk Sikap Membangkang Terhadap Suami yang Seringkali Tidak Disadari oleh Istri


Inilah Bentuk Sikap Membangkang Terhadap Suami yang Seringkali Tidak Disadari oleh Istri. Simak selengkapnya…

Sahabat Ummi, ridho suami adalah jalan untuk mendapatkan ridho Allah SWT. Karena itu, seharusnya seorang istri senantiasa berusaha melakukan hal yang terbaik bagi suami. Kepatuhan istri kepada seorang suami adalah wajib selama suami tidak memerintahkan hal yang dilarang oleh agama.

Namun pada kenyataannya, tak sedikit istri yang membangkang terhadap suami. Nusyus adalah sikap membangkang, tidak patuh dan tidak taat kepada suami. Wanita yang melakukan nusyus adalah wanita yang melawan suami, melanggar perintahnya, tidak taat kepadanya, dan tidak ridha pada kedudukan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala telah tetapkan untuknya. Beberapa hal diantaranya tidak disadari oleh istri sebagai sikap membangkang.

Dan inilah beberapa bentuk sikap membangkang terhadap suami yang seringkali tidak disadari oleh istri:

1. Menolak ‘ajakan’ suami

Saat istri merasa letih, istri merasa berhak untuk menolak ajakan suami untuk berhubungan badan. Padahal hal ini tidak benar. Istri berkewajiban untuk menyegerakan dalam menyambut ajakan suami seperti penjelasan hadits berikut ini:

Rasulullah saw. bersabda, "Allah melaknat istri yang suka berkata, ‘Nanti. nanti' (dalam memenuhi ajakan suaminya)." (Thabrani).

Saat keinginan suami untuk berhubungan badan ditolak, akan terbuka pintu maksiat yang dapat menyeret suami kepada perbuatan zina.

2. Lalai dalam melayani suami

Bentuk kelalaian dalam melayani suami merupakan indikasi sikap membangkang terhadap suami. Contohnya: istri malas memasak, sehingga dari hari ke hari selalu menyajikan menu masakan instan kepada suami. Hal ini menimbulkan berkurangnya nafsu makan dan berpotensi menimbulkan berbagai penyakit dalam jangka waktu yang panjang.

3. Merendahkan suami dan kurang menghargai hasil jerih payah suami

Tanpa disadari, istri terkadang bersikap merendahkan suami dengan ucapannya. Misalnya: membandingkan penghasilan suami dengan tetangga.

4. Terlalu sering mengeluh

Istri yang terlalu sering mengeluh tentu akan membuat suami merasa tidak nyaman. Bentuk sikap mengeluh yang merupakan sikap membangkang pada suami adalah: mengeluh dengan penghasilan suami atau mengeluh setiap kali mengerjaan pekerjaan rumah.

5. Menyebarkan dan mencela rahasia-rahasia suami

Rahasia suami harus senantiasa ditutupi oleh istri. Sekalipun sedang ada perselisihan, istri tidak diperkenankan untuk menyebarkan dan mencela rahasia-rahasia suami.

6. Membelanjakan nafkah pada hal yang tidak disukai oleh suami

Belanjakanlah nafkah dari suami pada hal yang dia ridhoi karena hal ini merupakan indikasi istri menghargai suami dan juga segala jerih payahnya dalam mencari nafkah.

Seorang istri shalihah akan senantiasa menempatkan ketaatan kepada suami di atas segala-galanya. Namun tentu saja bukan ketaatan dalam kedurhakaan kepada Allah, karena tidak ada ketaatan dalam maksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ketaatan istri sangat besar pengaruhnya dalam menumbuhkan cinta dan memelihara kesetiaan suami. Sebaliknya, sikap membangkang terhadap suami akan mengikis benih cinta dalam hati suami.

Waallahu a’laam bishowab.

Sumber: ummi-online.com

Jumat, 28 Agustus 2015

Wanita Wajib Baca, Dosa 24 Jam Seorang Wanita di Sosial Media


Mohon dibaca sampai selesai, siapa tau bisa menjadi pelajaran buat kita semua, terutama bagi muslimah .

Saudariku…

Seorang Wanita yang menampakkan foto dirinya di internet mungkin telah melanggar larangan untuk tidak tabarruj dan sufur. Tabarruj artinya seorang wanita menampakkan sebagian anggota tubuhnya atau perhiasannya di hadapan laki-laki asing.


Sedangkan Sufur adalah seorang wanita menampak-nampakkan wajah di hadapan lelaki lain. Oleh karena itu Tabarruj lebih umum cakupannya daripada sufur, karena mencakup wajah dan anggota tubuh lainnya.

Tabarruj diharamkan dalam syariat berdasarkan ayat al-Qur’an dan juga hadits, antara lain: “Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu.” (QS. Al-Ahzab: 33)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ada dua kelompok penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: kaum yang membawa cemeti seperti ekor sapi yang memukuli orang-orang dengannya dan para wanita yang berbaju tapi mereka telanjang, berlenggak lenggok kepala mereka bagaikan punuk unta yang bergoyang. Wanita-wanita itu tidak masuk surga dan tidak mendapatkan baunya padahal bau surga bisa tercium sejauh sekian dan sekian.” (HR. Muslim no. 3971 & 5098)

Apabila seorang Wanita menampakkan photo dirinya di internet lalu dimanakah esensi hijab sebagai al Haya’ (RASA MALU). Sebagai seorang muslimah sejati, tentulah saudariku akan berpikir ribuan kali untuk melakukan hal yang demikian. Padahal Rasullullah Shallallahu’alaih wa sallam bersabda yang artinya: “Sesungguhnya setiap agama itu memiliki akhlaq dan akhlaq Islam adalah malu” sabda beliau yang lain; “Malu adalah bagian dari Iman dan Iman tempatnya di Surga”.

Allah Azza wa Jalla juga menjadikan kewajiban berhijab sebagai tanda ‘Iffah (menahan diri dari maksiat) dalam firman-Nya, “Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al Ahzab: 59)

Itu karena mereka menutupi tubuh mereka untuk menghindari dan menahan diri dari perbuatan jelek (dosa), karena itu “mereka tidak diganggu”. Maka orang-orang fasik tidak akan mengganggu mereka.

Dan pada firman Allah “karena itu mereka tidak diganggu” sebagai isyarat bahwa mengetahui keindahan tubuh wanita adalah suatu bentuk gangguan baerupa fitnah dan kejahatan bagi mereka. Wallahua’lam.

Diantara dampak negatif wanita memajang foto wajah di internet:

– Bisa membuat pria yg sengaja maupun tak sengaja melihatnya menjadi tergoda, mengotori hatinya, membuat terbayang siang malam, bahkan bisa menimbulkan niat-niat buruk atau bahkan sampai melakukan kejahatan. Meski seorang wanita menutup seluruh badan kecuali wajah dan telapak tangannya, kemudian ia memamerkan dirinya di social media maka ini pun tidak bisa menjamin selamatnya orang yang melihat dari fitnah, sebab wajah wanita memiliki daya tarik yang sangat kuat terhadap laki-laki, sehingga, meski seluruh badannya tertutup dengan baik akan tetapi jika wajahnya dibuka dan dipampang di depan pengunjung akun, maka itu bisa menimbulkan fitnah di hati orang yang memandangnya. Disebabkan orang yang menyaksikan foto itu bisa terfitnah maka tidak dibolehkan memampang foto wajah itu di halaman situs yang bisa diakses oleh para pria yang bukan mahromnya.

– Menggoda pria, membuat pria tidak menundukkan pandangan, padahal dalam Al Quran diperintahkan menundukkan pandangan. Jika di dunia nyata, pria tidak akan berani lama-lama menatap wanita, apalagi yang belum dikenalnya. Pria akan malu kalau kelihatan sedang melihat wanita tersebut terus-menerus. Namun foto di internet, para lelaki bisa melihatnya lama-lama tanpa merasa malu, sebab tidak ada orang yang tahu. Dan hal tersebut bisa mendatangkan berbagai dampak negatif baik bagi pria maupun wanita. Sudah seharusnya para wanita menolong para pria dgn cara mencegah terjadinya hal tersebut, yaitu dgn tidak memajang fotonya.

– Betapa banyak wanita yg menjadi korban pria jahat berawal dari Facebook, diajak ketemuan, ditipu, diculik, diperkosa, dibunuh, dll, diawali oleh pria tertarik melihat foto sang wanita di FB, sebagaimana sering diberitakan media massa.

– Foto anda bisa dicopy dan diedit oleh orang2 jahat, dijadikan foto porno, atau digunakan untuk hal2 lain yg merugikan, (misalnya orang membuat suatu akun dgn memakai foto2 anda)

Ridhokah laki-laki yang sudah dipersiapkan Allah untuk menjadi pasangan hidupmu? Karena mereka lah yang berhak terhadap kecantikan yang kamu miliki. Jawabnya: itu hak anda, kami hanya menyampaikan.

Namun semuanya kembali pada diri kita masing-masing, jika memang susah rasanya tidak menggunakan sosial media, jadikanlah sosial media itu menjadi hal yang bermanfaat dan tidak menimbulkan fitnah bagi kita sendiri.

Silahkan share artikel ini kepada temanmu yang lain jika kamu rasa ini bermanfaat

Ratu Selfie, Apa yang Kaucari?


WAJAH cantik, senyum manis, pose ciamik
Ditambah sedikit polesan
Aplikasi editan tak ketinggalan
Lalu, klik!
Terpasang sudah fotomu
Puluhan orang mendaratkan “suka” di bagian bawah postinganmu
Komentar bertabur pujian “cantik” menyanjungmu
Puas. Selfie lagi, ah!
Begitu terus kau mengulangi, lagi dan lagi
Sampai kau lupa, bahwa pujian “cantik” yang sejati itu hanya dari suamimu
Bahkan saat kau sedang kusut masai tanpa kosmetik, kau tetap dibilang cantik
Bahkan saat kau belum mandi, kau tetap dibilang wangi
Bahkan tanpa harus berpose unyu dengan senyum palsu, kau tetap dibilang ayu
Pujian setulus itu, hanya bisa kaudapatkan dari suamimu
Jadi, apa yang dirimu cari hai, Ratu Selfie?

INGIN HAMIL? Perbanyaklah Sedekah. Sebuah Kisah Nyata


Ini adalah pengalamanku untuk yang pertama kalinya mengalami hamil, dan ini merupakan anugerah terbesar didalam hidupku.

Karena usaha untuk mendapatkan status hamil ini aku lakukan dengan suamiku selama 3 tahun 9 bulan. Banyak usaha yang sudah saya lakukan untuk menghasilkan buah hati yang kami dambakan, tapi Allah belum memberikan juga untuk waktu yang cukup lama.

Hampir 1 tahun penuh aku dan suamiku kontrol ke dokter dan dokter pun telah memberikan resep obat untuk aku, tapi belum juga berhasil. Hingga pada suatu waktu saya bertemu dengan guru ngaji saya di rumahnya, tepatnya di Depok. Beliau berpesan agar aku tetap sabar dalam meminta sesuatu apapun Kepada Allah.

"Kunjungilah Orang Tua (ibu/bapak) kamu mintalah maaf bila ada kesalahan dan mintalah do'a dari mereka. Perbanyaklah sedekah untuk Anak yatim dan orang-orang yang tidak mampu, maka Insya Allah akan diberikan kemudahan dalam mendapatkan apa yang di inginkan." Begitu kata Beliau

Kebetulan hari raya 'Idul Fitri tiba, jadi aku dan suamiku mudik ke Jawa (Solo & Jogja) disitulah kesempatan aku untuk sungkem dengan orangtua dan saudara-saudaraku.

Sepulang dari Jawa, setiap kali aku jalan ke kantor aku melihat orang tua yang tak mampu maka aku sisihkan uangku kepadanya walau hanya 1.000,- atau 2.000,- saja.

Aku juga menyumbang beberapa rupiah rejeki suami dan aku untuk anak-anak yatim.

Dan kemudian pada suatu hari dalam perjalanan pulang kerja diperempatan jalan bersama suamiku naik motor, kulihat ada bapak-bapak tua dengan tongkat dipinggir jalan dengan kondisi yang lemah. Aku melihatnya sungguh kasihan, kebetulan aku membawa 2 bungkus nasi yang aku dapat dari kantor pas ada acara buka bersama, lalu aku berikan 1 bungkus untuk si bapak tadi, sambil didalam hati aku berdo'a, Ya Allah tolonglah bapak ini dari kemalangan dan kabulkanlah do'a-do'aku.

Si Bapak tersenyum tanda ucap terimakasih dan mengucapkan beberapa kalimat yang tak kudengar suaranya, mungkin beliau juga mendo'akan saya.

Nah semenjak itu, Alhamdulillah pekerjaanku berjalan dengan lancar & rejeki mengalir dengan sendirinya.

Termasuk rejeki yang aku dapat adalah aku POSITIF HAMIL. Spontan aku kaget banget melihat hasil tes urine menunjukan positif, serasa tidak percaya kemudian pada malam harinya aku langsung cek ke dokter dan dokter pun bilang "Selamat ibu telah postif hamil selama 7 minggu" Kata dr. Simarmata Di RS Tunas Jaya Cibinong.

Alhamdulillah... Ya Allah Engkau telah mendengar dan mengabulkan do'a-do'a ku.. .

Dari situ aku sadar, bahwa perbuatan baik kita PASTI akan dibalas dengan kebaikan juga dari Allah SWT.

Oleh sebab itu, jangan pernah lupakan darimana kita berasal dan siapa orang-orang di sekeliling kita. Bantulah mereka yang tidak mampu agar kehidupannya lebih baik dari keadaaan sekarang.

Semoga bisa jadi inspirasi pagi untuk Bunda yang sedang berusaha dalam program hamil. Semangat Bunda! Selamat beraktivitas.

Rabu, 26 Agustus 2015

Wanita Harus Baca, Hal yang Perlu Diperhatikan Soal Krim Pemutih


Kulit putih kerap diasosiasikan dengan konsep cantik dan bahagia. Mitos ini membuat banyak wanita berlomba-lomba memutihkan kulit.

Padahal tidak sedikit produk pemutih yang beredar di pasaran mengandung bahan-bahan yang berpotensi membahayakan bagi kesehatan.

Menurut sejumlah riset, tidak semua produk pemutih kulit yang banyak beredar di pasaran itu terbuat dari bahan yang aman digunakan.




Banyak produk pemutih kulit yang justru terbuat dari bahan-bahan berbahaya, seperti merkuri, hidroqinon, dan lain-lain.

Dilansir doktersehat, beragam produk pemutih kulit yang mengandung bahan-bahan berbahaya tersebut biasanya menjanjikan mampu memutihkan kulit dengan cepat atau instan.

Cukup banyak orang yang terbuai dengan janji-janji tersebut. Dampaknya, tak perlu ditanyakan lagi.


Produk pemutih kulit yang terbuat dari bahan berbahaya bisa merusak kulit dan dampak jangka panjangnya bisa menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, salah satunya adalah penyakit kanker.

Pemakaian produk pemutih yang terbuat dari bahan yang tidak aman tentu saja salah tidak tepat.

Karena, kulit bukannya menjadi putih dan cantik, justru sebaliknya menjadi rusak dan timbul beragam masalah baru seperti merah-merah, gatal karena alergi, berjerawat, peradangan, dan lain sebagainya.

Untuk menyelamatkan kulit dari kerusakan akibat pemakaian produk pemutih kulit yang salah, perhatikan beberapa tips berikut ini sebelum memutuskan untuk menggunakan produk pemutih kulit dan wajah.

Berikut beberapa tips aman menggunakan produk pemutih kulit :

Konsultasikan kedokter
Ada baiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakan produk pemutih kulit dan wajah.

Dokter akan memeriksa kondisi kulit Anda, jenis kulit, dan sensitivitasnya terhadap produk pemutih kulit.

Hal tersebut penting dilakukan guna mengetahui apakah kulit Anda termasuk sensitif terhadap bahan yang terkandung dalam produk pemutih kulit.

Selain itu, dengan berkonsultasi ke dokter, Anda bisa lebih mengetahui mana bahan pemutih kulit yang aman dan mana yang berbahaya.

Perhatikan seberapa cepat kerja produk pemutih kulit
Bila Anda sudah memutuskan menggunakan satu jenis produk pemutih kulit tertentu, cobalah untuk memerhatikan seberapa cepat kerja produk pemutih kulit tersebut pada kulit Anda.

Bila dalam waktu singkat, misalnya baru seminggu penggunaan sudah bisa langsung membuat kulit jadi putih, maka Anda patut waspada.

Biasanya produk pemutih kulit yang memberikan hasil instan seperti itu mengandung bahan-bahan kimia yang tidak aman dan tidak memenuhi standar kesehatan, misalnya merkuri.

Perhatikan bagaimana reaksinya pada kulit
Setelah menggunakan produk pemutih kulit, perhatikan terus bagaimana reaksinya terhadap kulit Anda.

Jika setelah penggunaan kulit wajah menjadi gatal-gatal, merah-merah, bengkak, kasar atau bahkan berjerawat, ada kemungkinan itu adalah bentuk dari reaksi alergi atau iritasi kulit terhadap bahan kimia yang terkandung dalam produk pemutih yang digunakan.

Sebaiknya, produk pemutih kulit tersebut tidak lagi digunakan karena tidak cocok untuk kulit Anda, dan mungkin saja mengandung bahan-bahan kimia yang berbahaya.

Silahkan share artikel ini kepada semua wanita yang kamu kenal, jangan sampai mereka jadi korban krim pemutih abal-abal.

Selasa, 25 Agustus 2015

Foto Pengantin Wanita Salat Gegerkan Jagat Maya


Sepasang pengantin yang baru saja menikah menunaikan salat 'bersama'. Namun foto itu memicu berbagai reaksi.

Riuh jadinya bila sebuah foto menampilkan sepasang pengantin yang baru saja menikah menunaikan salat 'bersama'.

Foto tersebut memicu berbagai reaksi akibat kesalahan yang ditunjukkan pengantin wanita yang menjadi makmum. Posisi pengantin wanita bisa dikatakan kurang tepat dari segi syariat.

Selain itu potongan gaun pengantin wanita yang digunakan untuk salat juga agak ketat. Sehingga menampilkan bentuk tubuh dan pinggulnya. Apalagi mereka melakukan salat di tempat terbuka sehingga menjadi pandangan bagi yang bukan muhrim.

Memang memakai mukena bukan wajib. Namun bagi wanita, pakaian untuk salat harus longgar dan tidak menampakkan secara nyata bentuk tubuh demi menghindari bahaya 'fitnah' mata.

Dari segi posisi, pengantin wanita juga kurang tepat. Di dalam metode disiplin salat, seorang suami yang mengimami istri ketika salat jamaah harus berada di depan istri dan posisi istri harus di belakang suami, bukannya di tepi suami.

Posisi di tepi imam lazimnya untuk seorang makmum pria jika salat dilakukan secara berdua, sementara jika bertiga atau lebih, barisan saf harus dalam keadaan lurus melintang panjang di belakang imam.

Semoga masalah salat pengantin wanita ini bisa dijadikan renungan buat kita semua agar tidak berulang lagi.

Sumber: http://www.dream.co.id/news/foto-pengantin-wanita-salat-gegerkan-jagat-maya-150821d.html

Sabtu, 08 Agustus 2015

Balada Muslimah berhijab syar'i


"hijab lu kolot, kayak ibu-ibu pengajian aja!"
"lu aliran apa sih jilbab panjang gitu? ati-ati lu aliran sesat, nanti direkrut teroris lu"
"bu haji, bu haji...."
"alaaah lu muna aja, baju lu ga asik ah, gak modis"
"lu jangan sok alim deh, biasa aja kelez"

Kamu atau temanmu pas berhijab syar'i pernah berasa diginiin? Atau kamu dan temanmu yang malah pernah giniin orang lain Hehehe..

Ya udah gapapa, maafin aja, ikhlasin aja, berhijablah karena Allah, karenanya tak patah karena manusia, berhijablah karena Allah, itu cukup bagi kita

Kapan Anak Perempuan Harus Mulai Kenakan Jilbab?


“Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuan dan isteri-isteri orang mu’min “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supa mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Alloh adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,” (QS Al Ahzab 33:59).
“Siapapun wanita yang melepaskan pakaiannya (menampakan auratnya) bukan di rumahnya sendiri, maka Alloh akan merobek tirai kehormatannya (tidak ada penyelamat baginya),” (HR Ahmad, At Tabrani dan Al Hakim).
SEORANG gadis remaja berusia 15 tahun bertanya pada ibunya mengenai jilbab;

Anak : “Ibu, kenapa wanita muslim harus memakai jilbab?’

Ibu : “Pertama, memakai jilbab adalah kewajiban yang diperintahkan Alloh kepada wanita muslim. Kedua, di dalam Quran disampaikan bahwa selain untuk metutup aurat, salah satu tujuan jilbab adalah untuk menunjukan identitas atau ciri bahwa dia adalah seorang wanita muslim. Quran juga menyampaikan bahwa jilbab akan membuat wanita menjadi terhormat dan akan terjaga dari gangguan. Sesungguhnya Jilbab adalah salah satu bentuk penjagaan Alloh SWT terhadap wanita.”
Anak : “Temanku mengatakan bahwa dia lebih memilih hatinya dulu yang ‘dijilbab’. Dia juga mengatakan bahwa percuma memakai jilbab jika hati masih kotor dan masih suka bergunjing.”
Ibu : “Ketahuilah putriku, memakai jilbab, menjaga hati dan menahan diri dari gunjing adalah kewajiban yang semuanya itu wajib kita jalankan. Kita tidak bisa memilih salah satu dan mengabaikan yang lainnya. Menjalankan kewajiban yang satu bukan berarti menggugurkan kewajiban yang lain.
“Seorang yang memakai jilbab tentu mempunyai kewajiban untuk menjaga hati dan lisannya.

“Sebaliknya begitu pula dengan orang yang menjaga hati, dia tetap punya kewajiban untuk menahan !lisan dan menutup auratnya!”

Kamis, 06 Agustus 2015

Aku Milik Suamiku dan Suamiku Milik Ibunya, Bantu Share Yaa...



Perempuan harus menyadari bahwa laki-laki setelah menikah memiliki dua cinta. Yakni cinta dia sebagai anak kepada ibunya dan cinta dia sebagai suami kepada istrinya.

Kesadaran ini akan membuat perempuan bijaksana menempatkan diri. Dia akan menjadi istri yang sabar kepada suaminya dan menjadi menantu yang jauh lebih sabar kepada ibu mertuanya.

Dan yang menjadi catatan penting seorang istri ketika dia memiliki perbedaan pandangan dengan ibu mertuanya kewajiban seorang istri adalah banyak mengalah dan bersabar. Karena kesabaran adalah salah satu tanda yang disematkan kepada perempuan-perempuan shalihah yang menjaga mistqan ghazila, ikatan suci yang diatasnya diletakkan tangan para malaikat.

Dan pahami juga oleh perempuan bernama mertua bahwa ketika anak memutuskan untuk menikah anak kita memiliki dua amanah besar dalam hidupnya yakni amanah dia sebagai anak kepadamu dan sebagai pemimpin bagi istri dan anak-anaknya.

Jangan perberat amanahnya dengan sikap mengatur segala urusan anak kita seperti saat ia bayi, biarkan dia membangun rumah tangganya bersama wanita pilihannya

Pada Akhir Zaman, Wanita-wanita Telanjang


ABU Hurairah meriwayatkan, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Ada dua kelompok penghuni neraka yang belum pernah aku lihat : kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi yang mereka gunakan untuk mencambuki masyarakat, dan wanita – wanita berpakaian namun telanjang, mereka berpaling dan menyesatkan, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak pula dapat mencium wanginya. Padahal, wangi surga dapat tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim)

Telah disinggung sedikit dalam hadits tadi bahwa ada perempuan yang memakai pakaian namun telanjang. Maksud dari telanjang adalah mereka berpakaian dengan menggunakan pakaian yang ketat, tipis sehingga nampak auratnya baik yang menggunakan kerudung maupun tidak. Meski aurat itu tidak terbuka, namun apabila aurat itu nampak bentuknya, sama saja dapat dikatakan telanjang. Memang secara lahiriah mereka terlihat berpakaian namun pada hakikatnya mereka telanjang. Dan kejadian seperti ini sudah sangat mudah ditemukan di realita kehidupan zaman sekarang. Hal ini merupakan salah satu tanda semakin dekatnya hari kiamat.

Kemudian tadi juga disebutkan kata “berpaling” maksudnya adalah mereka berpaling dari ketaatan Allah SWT berpaling dari semua perintah – Nya. Sedangkan “menyesatkan”, mereka menyesatkan dan menghasud orang lain pada jalan yang tidak benar. “Kepala mereka seperti punuk unta yang miring” mereka menggunakan sesuatu pada rambutnya sehingga terlihat tinggi pada kepalanya seperti punuk unta. Semoga dengan memahami dan memaknai satu hadits diatas, dapat menambah pengetahuan dan memperbaiki perbuatan kita yang sebelumnya. Aamiin.

Nama Suami Tidak Boleh Disematkan pada Nama Istri?


BANYAK wanita muslimah setelah menikah, lalu menisbatkan namanya dengan nama suaminya. Misalkan: Maryani menikah dengan Amiruddin, kemudian sang istri memakai nama suaminya sehingga namanya menjadi Maryani Amiruddin.
Bagaimana hukum Islam mengenai perihal penamaan ini?
Dalam ajaran Islam, hukum penamaan adalah hal yang penting. Setiap pria ataupun perempuan hanya diperbolehkan menambahkan “nama ayahnya” saja di belakang nama dirinya dan mengharamkan menambahkan nama lelaki lain selain ayahnya di belakang namanya.
Meskipun nama tersebut adalah nama suaminya. Karena dalam Islam, nama lelaki di belakang nama seseorang berarti keturunan atau anak dari lelaki tersebut.
Sehingga, tempat tersebut hanya boleh untuk tempat nama ayah kandungnya sebagai penghormatan anak terhadap orang tua kandungnya.
Berbeda dengan budaya barat, seperti istrinya Bill Clinton: Hillary Clinton yang nama aslinya Hillary Diane Rodham; istrinya Barrack Obama: Michelle Obama yang nama aslinya Michelle LaVaughn Robinson, dan lain-lain.
Hadist mengenai perihal penamaan ini sangat shahih. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barang siapa yang mengaku sebagai anak kepada selain bapaknya atau menisbatkan dirinya kepada yang bukan walinya, maka baginya laknat Allah, malaikat, dan segenap manusia. Pada hari Kiamat nanti, Allah tidak akan menerima darinya ibadah yang wajib maupun yang sunnah,” (HR. Muslim dlm al-Hajj (3327) dan Tirmidzi). []

Selasa, 04 Agustus 2015

6 Wanita yang Tak Bisa Mencium Bau Surga



Masuk surga adalah dambaan setiap insan. Setiap muslimah pasti menginginkan ridha Allah dan menjadi penghuni surga. Namun, tidak semua orang bisa memasukinya. Bahkan, ada 6 kelompok wanita yang bukan saja tidak bisa masuk surga, bahkan mereka tidak bisa mencium bau surga.

Siapa saja mereka? Mari kita simak hadits-hadits yang menguraikannya
1. Wanita yang menyemir rambutnya, khususnya dengan warna hitam

Kita patut waspada. Menyemir rambut di zaman sekarang seakan-akan adalah hal biasa. Ingin terlihat lebih muda, ingin terlihat lebih cantik, tidak sedikit wanita yang kemudian menyemir rambutnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
يَكُونُ قَوْمٌ يَخْضِبُونَ فِي آخِرِ الزَّمَانِ بِالسَّوَادِ كَحَوَاصِلِ الْحَمَامِ لَا يَرِيحُونَ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ

“Pada akhir zaman nanti akan ada orang-orang yang mengecat rambutnya dengan warna hitam seperti warna mayoritas dada merpati, mereka tidak akan mendapat bau surga.”(HR. Abu Daud; shahih)
2. Wanita yang minta cerai tanpa suatu alasan

Perceraian dihalalkan dalam Islam, sebagai solusi “terakhir” ketika rumah tangga tidak dapat dipertahankan dan hanya membawa kesengsaraan bagi suami istri. Namun, dalam kondisi normal, ketika wanita minta cerai tanpa alasan, maka ia diharamkan masuk surga. Bahkan tidak bisa mencium bau surga.
أَيُّمَا امْرَأَةٍ سَأَلَتْ زَوْجَهَا الطَّلَاقَ مِنْ غَيْرِ مَا بَأْسٍ فَحَرَامٌ عَلَيْهَا رَائِحَةُ الْجَنَّةِ

“Siapa pun wanita yang meminta talak pada suaminya tanpa alasan maka bau surga haram baginya.” (HR. Tirmidzi, Abu Daud, Ibnu Majah, dan Ahmad; shahih)
3. Wanita yang mengaku keturunan orang lain

Nasab merupakan salah satu hal yang dijaga oleh agama. Seorang wanita yang mengaku-aku sebagai anak orang lain yang bukan ayahnya, ia dijauhkan dari surga dan mendapat ancaman tidak dapat mencium bau surga. Islam juga melarang seseorang dinisbatkan (bin atau binti) kepada orang tua angkatnya.
مَنْ ادَّعَى إِلَى غَيْرِ أَبِيهِ لَمْ يَرَحْ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ قَدْرِ سَبْعِينَ عَامًا أَوْ مَسِيرَةِ سَبْعِينَ عَامًا قَالَ وَمَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ

“Barangsiapa mengaku keturunan dari orang lain yang bukan ayahnya sendiri tidak akan mendapatkan bau surga. Padahal bau surga telah tercium pada jarak tujuh puluh tahun, atau tujuh puluh tahun perjalanan.” (HR. Ahmad; shahih)
4. Wanita yang sombong

Sombong adalah pakaian Allah. Hanya Allah yang berhak sombong karena Dialah pemilik dan penguasa segalanya. Adapun manusia yang sombong, ia tidak dapat masuk surga dan tidak dapat mencium bau surga. Bahkan, meskipun kesombongannya kecil, seberat biji sawi.

سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَا مِنْ رَجُلٍ يَمُوتُ حِينَ يَمُوتُ وَفِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ مِنْ كِبْرٍ تَحِلُّ لَهُ الْجَنَّةُ أَنْ يَرِيحَ رِيحَهَا وَلَا يَرَاهَا فَقَالَ رَجُلٌ مِنْ قُرَيْشٍ يُقَالُ لَهُ أَبُو رَيْحَانَةَ وَاللَّهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي لَأُحِبُّ الْجَمَالَ وَأَشْتَهِيهِ حَتَّى إِنِّي لَأُحِبُّهُ فِي عَلَاقَةِ سَوْطِي وَفِي شِرَاكِ نَعْلِي قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْسَ ذَاكَ الْكِبْرُ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ وَلَكِنَّ الْكِبْرَ مَنْ سَفِهَ الْحَقَّ وَغَمَصَ النَّاسَ بِعَيْنَيْهِ

Dari Uqbah bin Amir, bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidaklah seorang laki-laki meninggal dunia, dan ketika ia meninggal di dalam hatinya terdapat sebiji sawi dari sifat sombong, akan halal baginya mencium bau surga atau melihatnya.” Lalu seorang laki-laki dari suku Quraisy yang bernama Abu Raihanah berkata, “Demi Allah wahai Rasulullah, saya benar-benar menyukai keelokan dan menggemarinya hingga pada gantungan cemetiku dan juga pada tali sandalku!” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Itu tidaklah termasuk Al Kibr (sombong), sesungguhnya Allah ‘azza wajalla itu Indah dan menyukai keindahan. Akan tetapi Al Kibr itu adalah siapa yang bodoh terhadap kebenaran kemudian meremehkan manusia dengan kedua matanya.” (HR. Ahmad)

Syaikh Nasiruddin Al Albani berpendapat hadits di atas dhaif. Namun demikian, ada hadits lain yang disepakati keshahihannya oleh para ulama yang menunjukkan bahwa kesombongan, sekecil apapun, membuat pelakunya tidak masuk surga.
لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِى قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ

“Tidak masuk surga, seseorang yang di dalam hatinya ada kesombongan, meskipun seberat biji sawi” (HR. Muslim)
5. Wanita yang menuntut ilmu akhirat untuk tujuan duniawi

Mempelajari ilmu agama, ilmu syariat, ilmu akhirat, adalah aktifitas mulia yang sangat dianjurkan dalam Islam. Bahkan diperintahkan. Namun, jika ilmu agama dicari untuk tujuan duniawi, maka ancamannya sungguh mengerikan. Tidak bisa mendapatkan bau surga.

مَنْ تَعَلَّمَ عِلْمًا مِمَّا يُبْتَغَى بِهِ وَجْهُ اللَّهِ لَا يَتَعَلَّمُهُ إِلَّا لِيُصِيبَ بِهِ عَرَضًا مِنْ الدُّنْيَا لَمْ يَجِدْ عَرْفَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَعْنِي رِيحَهَا

“Barangsiapa menuntut ilmu yang seharusnya untuk Allah, namun ia tidak menuntutnya kecuali untuk mencari dunia, maka pada hari kiamat ia tidak akan mendapatkan bau surga.” (HR. Ibnu Majah, Abu Daud dan Ahmad; shahih)
6. Wanita yang berpakaian tapi telanjang

Kelompok wanita ini tidak dijumpai Rasulullah di zamannya. Mereka berpakaian, tetapi pada hakikatnya telanjang. Para ulama menjelaskan, mereka berpakaian tetapi tipis, bahkan mendekati tembus pandang. Mereka berpakaian tetapi pakaiannya ketat sehingga membentuk lekuk-luku tubuh dan menggoda kaum laki-laki. Kelompok ini juga mendapatkan ancaman tidak dapat masuk surga, bahkan tidak dapat mencium bagu surga.

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلَاتٌ مَائِلَاتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لَا يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلَا يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا

“Dua golongan penghuni neraka yang belum pernah aku lihat; kaum membawa cambuk seperti ekor sapi, dengannya ia memukuli orang dan wanita-wanita yang berpakaian (tapi) telanjang, mereka berlenggak-lenggok dan condong (dari ketaatan), rambut mereka seperti punuk unta yang miring, mereka tidak masuk surga dan tidak akan mencium baunya, padahal sesungguhnya bau surga itu tercium dari perjalanan sejauh ini dan ini.”(HR. Muslim)

Demikian 6 wanita yang tak bisa mencium bau surga. Semoga sahabat webmuslimah dihindarkan Allah dari golongan tersebut, dan dikelompokkan pada golongan ahli surga.

Senin, 03 Agustus 2015

Renungan untuk Cewek, Baca Kalau Berani


Di bawah ini adalah sebuah renungan yang sangat bagus khususnya untuk kaum wanita. Silahkan baca baik-baik, dan maaf kalau ini membuat anda merasa tersinggung.

Ma’af Kalau Tersinggung, cuma mengingatkan.
TAK TAU MALU
Itulah fenomena tanda tanda akhir zaman yang makin nyata sekarang ini
Tak ada rasa malu,
tak ada rasa berdosa.
Semuanya berjalan nampak biasa saja.

Mengaku Islam agamanya.
Mengaku Allah adalah tuhannya.
Mengaku Al-Qur’an pedoman hidupnya.
Mengaku Muhammad adalah nabinya.

Tapi sayang pengakuan imannya hanya berhenti di lisan semata.
Tak sampai pada dinding hatinya terlebih ruang hati terdalam.
Tak nampak dari perbuatannya yang ada justru prilaku seperti tak ber-Tuhan.
Miris melihat insan bernama wanita.

Berjalan berlenggok dengan aurat terbuka.
Cengar – cengir mempertontonkan tubuh mengundang syahwat durjana.
Mengadu tubuh seksi antara satu dan lainnya.
Semakin kecil pakaian semakin seksi katanya

semakin sempit semakin aduhai katanya
semakin ketat semakin sempurna katanya
Bangga sama tubuhnya
tapi dikufuri dengan mengumbarnya kemana-mana.
Dinasehati malah nyinyir “jangan sok suci”.

Pakaian tak masalah katanya yang penting hati..
Katanya mau ke Syurga tapi merasa benar sendiri..
padahal, di syurga tak ada wanita seperti ini.
Boro-boro ke syurga, mencium wanginya saja tak bisa dinikmati.

Ada juga wanita dengan kerudung modis
Kerudung berjambul kayak punuk onta. Sadis!
Berkerudung Sesuai syariat katanya, bikin miris
Jilbab panjang dikatakan kuno gak necis.
Begini, Jilbab sesuai tuntunan jaman. Tragis!

Beribadah itu butuh ilmu
Gak asal pake dengan tafsir sendiri
Dikasih tau sama yang faham, belagu
Tetap pilih punuk onta katanya biar percaya diri
Begitulah fenomena jaman sekarang

Iman tergerus dengan barang dagangan
Yang penting keren ikut ke barat-baratan
Udah lupa ama perintah Tuhan.
Maksiat terbentang jadi biasa

Yang nentang malah dibilang Islam-Islaman
Dituduh Islam Aliran Begitulah,
Yang salah dibenarkan
Yang benar disalahkan
Namun tak sedikit yang tetap bertahan

Pada ajaran yang tertuang dalam Al-qur’an
Berpakaian iman, berjilbab panjang
Meski kadang datang cibiran
“ih, itu Islam apaan??”

“Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat :
[1] Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan
[2] para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring.
Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim no. 2128)

Astagfirullah….
Ya Allah, Ampunilah semua dosa-dosa kami, baik sengaja atau pun tidak, berkahilah kami, ramahtilah kami, berikanlah kami hidayah-Mu agar kami senantiasa dekat kepada-Mu hingga akhir hayat.

Jumat, 31 Juli 2015

Begini Caranya Agar Menjadi Bidadari Bagi Suami


Bidadari identik dengan makhluk penghuni surga yang cantik jelita dan baik pula perangainya. Bagaimana caranya Menjadi Bidadari Bagi Suami? Terdapat beberapa ayat dalam Al-Qur’an yang menjelaskan tentang hal ini. Salah satunya ada dalam ayat berikut ini:

“Di dalam surga – surga ada bidadari – bidadari yang baik – baik lagi cantik – cantik.”. (Qs. Ar-Rahman: 70)

Bidadari surga diciptakan sangat istimewa, sebagai sosok wanita yang Allah ciptakan dengan penuh kesempurnaan yang didambakan pria. Dengan segala keistimewaan yang ada dalam dirinya, kiranya itu menjadi tantangan bagi wanita di dunia untuk bisa berusaha menyamai karakteristik bidadari surga.

Lalu bagaimanakah agar sang istri bisa menjadi bidadari bagi suaminya selama kehidupan di dunia ini? Inilah yang perlu dilakukan istri agar senantiasa menjadi bidadari bagi suami:

1.Manis ucapannya, santun perkataannya

Ucapan yang baik, santun dan lembut dari sang istri akan membuat suami merasa nyaman, diperhatikan dan dihargai oleh sang istri. Hal ini dapat terus menumbuhkan benih-benih cinta di hati sanubari sang suami.

2.Lembut perilakunya, baik akhlaknya

Siapapun akan menyukai berinteraksi dengan seseorang yang berakhlak mulia. Tak terkecuali dengan suami kita. Dengan kelembutan perilaku dan akhlak mulia sang istri, suami akan merasa nyaman dan bersyukur memiliki pasangan hidup yang baik.

3.Berhias dan harum bau tubuhnya saat bersama suami

Untuk para istri, berhiaslah dan percantiklah dirimu dengan hal – hal yang Allah halalkan, karena istri shalihah bukan hanya yang tekun beribadah saja, namun seorang istri yang bisa menyenangkan hati suami ketika dia memandangnya. Karena itu sebaiknya seorang perempuan shalihah senantiasa menjaga daya tarik dirinya bagi suaminya. Jika istri senantiasa berhias dan mempercantik diri di hadapan suami, itu akan menjadi hal yang menjaga daya tarik istri terhadap suami. Pakailah wewangian yang disukai oleh suami saat berada di rumah. Di masa sekarang ini, yang terjadi seringkali justru kebalikannya: istri berdandan habis-habisan dan memakai parfum saat akan keluar rumah. Saat di rumah justru enggan berdandan dan memakai parfum serta memakai pakaian daster yang sudah kusam.

4.Senantiasa selalu berusaha mendapatkan hati dan cinta suami

Menjadi bidadari bagi suami bukanlah hal yang mudah. Semestinya istri selalu berusaha mendapatkan hati dan cinta suami serta selalu mengharap ridha suaminya. Dia menyadari sepenuhnya bahwa ridlo suami adalah jalan untuk meraih ridlo Allah SWT. Dia juga akan sepenuhnya memenuhi hak-hak suami dan memuliakannya dengan sepenuh hati dan segenap jiwa.

Demikianlah 4 hal yang sebaiknya istri lakukan agar ia dapat menjadi “bidadari” bagi suaminya ketika di dunia. Semoga bermanfaat.

Wallahu a’lam bish shawab. (ummi-online)

Minggu, 26 Juli 2015

Wanita, Perhatikan 12 Auratmu Ini


MENUTUP aurat merupakan suatu kewajiban yang harus dilaksanakan untuk seorang muslim, terlebih muslim yang sudah baligh.
Sebagian beranggapan bahwa yang terbuka auratnya menjadikan seseorang terlihat seksi dan bagus. Namun bagi sebagian muslim anggapan seperti sudah dikategorikan muslim yang tidak beriman.

Contoh halnya wanita sering membanggakan mahkota kepala atau rambutnya, wanita juga lebih senang melihatkan kulit nya yang putih dan bersih sebagai kepercayaan diri untuk tampil sebagai seorang yang cantik.

Namun itu semua hanya kecantikan sementara yang akan menghilang ketika kita sudah berada pada usia tua atau lansia. Pilihan seseorang untuk menutup atau pun tidak, kembali kepada keimanannya masing-masing.

Lelaki muslim sepatutnya menutup aurat dari bagian lutut sampai pusar, sedangkan bagi wanita menutup aurat dari bagian kepala sampai ujung kaki kecuali wajah dan telapak tangan.
Adapun bagian-bagian yang harus diperhatikan dalam menutup aurat, di antaranya :


1. Bulu Kening.
Menurut Imam Bukhari: Rasullulah melaknat perempuan yang mencukur atau menipiskan bulu kening atau meminta supaya dicukurkan bulu keningnya.” (Riwayat Abu Daud Fi Fathul Bari.)



2. Kaki (tumit kaki).
“Dan janganlah mereka (perempuan) memhentakkan kaki (atau mengangkatnya) agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan.” (QS: An-Nur: 31)




3. Wewangian.
“Siapa saja wanita yang memakai wangi-wangian kemudian melewati suatu kaum supaya mereka itu mencium baunya, maka wanita itu telah dianggap melakukan zina dan tiap-tiap mata ada zina.” (Riwayat Nasaii, Ibnu Khuzaimah dan Hibban)



4. Dada.
“Hendaklah mereka (perempuan) melabuhkan kain tudung hingga menutupi dada-dada mereka.” (QS: An-Nur:31)



5. Gigi.
“Rasullulah melaknat perempuan yang mengikir gigi atau meminta supaya dikikirkan giginya.” (Riwayat At-Thabrani)
“Dilaknat perempuan yang menjarangkan giginya supaya menjadi cantik, yang mengubah ciptaan Allah.” (Riwayat Bukhari dan Muslim).



6. Muka dan Tangan.
Asma Binti Abu Bakar telah menemui Rasullulah dengan memakai pakaian yang tipis. Sabda Rasullulah: “Wahai Asma! Sesungguhnya seorang gadis yang telah berhaid tidak boleh baginya menzahirkan anggota badan kecuali pergelangan tangan dan wajah saja.” (Riwayat Muslim dan Bukhari).



7. Tangan.
“Sesungguhnya kepala yang ditusuk dengan besi itu lebih baik daripada menyentuh kaum yang bukan sejenis yang tidak halal baginya.” (Riwayat At Tabrani dan Baihaqi).



8. Mata.
“Dan katakanlah kepada perempuan mukmin hendaklah mereka menundukkan sebagian dari pandangannya.” (QS: An-Nur : 31)
Sabda Nabi Muhammad SAW: “Jangan sampai pandangan yang satu mengikuti pandangan lainnya. Kamu hanya boleh pandangan yang pertama, pandangan seterusnya tidak dibenarkan.” (Riwayat Ahmad, Abu Daud dan Tirmidzi).



9. Mulut (suara).
“Janganlah perempuan-perempuan itu terlalu lunak dalam berbicara sehingga berkeinginan orang yang ada perasaan serong dalam hatinya, tetapi ucapkanlah perkataan-perkataan yang baik.” (QS: Al Ahzab: 32)


Sabda Nabi Muhammad SAW: “Sesungguhnya akan ada umatku yang minum arak yang mereka namakan dengan yang lain, Yaitu kepala mereka dilalaikan oleh bunyi-bunyian (musik) dan penyanyi perempuan, maka Allah akan tenggelamkan mereka itu dalam bumi.” (Riwayat Ibnu Majah).


10. Kemaluan.
“Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan mukmin, hendaklah mereka menundukkan pandangan mereka dan menjaga kehormatan mereka. “(QS: An-Nur : 31).

“Apabila seorang perempuan itu sembahyang lima waktu, puasa dibulan Ramadhan, menjaga kehormatannya dan mentaati suaminya, maka masuklah ia ke dalam syurga daripada pintu-pintu yang ia kehendakinya.” (Riwayat Al Bazzar).

“Tiada seorang perempuan pun yang membuka pakaiannya bukan di rumah suaminya, melainkan dia telah membinasakan tabir antaranya dengan Allah.” (Riwayat Tirmidzi, Abu Daud dan Ibn Majah).


11. Pakaian.
“Barangsiapa memakai pakaian yang berlebih-lebihan, maka Allah akan memberikan pakaian kehinaan dihari akhirat nanti.” (Riwayat Ahmad, Abu Daud, An Nasaii dan Ibnu Majah)

“Sesungguhnya sebilangan ahli neraka ialah perempuan-perempuan yang berpakaian tapi telanjang yang condong pada maksiat dan menarik orang lain untuk melakukan maksiat. Mereka tidak akan masuk syurga dan tidak akan mencium baunya.” (Riwayat Bukhari dan Muslim).
“Hai nabi-nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin, hendaklah mereka memakai baju jilbab (baju labuh dan longgar) yang demikian itu supaya mereka mudah dikenali. Lantaran itu mereka tidak diganggu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS: Al Ahzab : 59)


12. Rambut.
“Wahai anakku Fatimah! Adapun perempuan-perempuan yang akan digantung rambutnya hingga mendidih otaknya dalam neraka adalah mereka itu di dunia tidak mahu menutup rambutnya daripada dilihat oleh lelaki yang bukan mahramnya.” (Riwayat Bukhari dan Muslim).


Begitulah bagian-bagian yang harus diperhatikan oleh kita selaku muslim, agar tetap dalam keteguhan dan kita tidak termasuk ke dalam golongan neraka.

Rabu, 22 Juli 2015

Buat Para #HIJABERS Dari Seorang Teman Kristiani di blognya tentang #hijab modis kalian.



So, jangan malu-maluin agama Islam di depan non-muslim guys! Non-muslim saja paham. Ini nasehat indah dari teman kristiani kita untuk para hijabers. Cekidot...!


~ Hijab Gone Wrong ~

Hari ini gue pergi ke sebuah mall bergengsi di kawasan Jakarta Pusat untuk ketemuan sama temen kuliah gue. Jarang-jarang gue pergi ke mall itu di akhir minggu kayak hari ini, karena asumsi gue: pasti rame. Asumsi gue bener. Hari ini, mall itu penuh banget sama bule-bule. Gue ketemu sama temen kuliah gue, ngobrol sambil makan, terus gue pulang. Gue pulang lewat toko buku yang liftnya ngehubungin mall dengan salah satu gedung perkantoran dan gedung itu lebih deket ke halte busway.

Pas gue lagi nunggu lift,
gue ngeliat ada cewek pake hijab modifikasi yang menurut gue bikin dia keliatan kayak pake
sarang lebah. Bayangin aja dia pake hijab dua
rangkap, rangkap pertama dibikin jadi kayak rambut, rangkap kedua modelnya agak
transparan gitu warna biru tua terus dililit-lilitin di kepalanya dengan aksen berantakan. Buat gue sih keliatannya jadi kayak sarang lebah.

Sepanjang perjalanan pulang, gue terus mikirin
fenomena hijab ini, sampe gue sempet ngetwit beberapa pendapat gue. Tapi kayaknya kok nggak afdol ya kalo cuma disampein lewat Twitter, enaknya kalo nyerocos panjang lebar sekalian di blog. Jadilah gue berusaha mengingat poin-poin apa yang mau gue tulis di blog malam
ini. Semoga bisa jadi refleksi buat kalian semua, pembaca blog gue yang berhijab atau mau pake hijab.

Nggak dipungkiri lagi, mode hijab sekarang lagi ngetren banget di Indonesia. Buat gue yang minoritas, kerasa banget lho perbedaannya. Selama 4 tahun kuliah aja, entah berapa temen gue yang memutuskan untuk pake hijab.

Kemanapun gue pergi, naik apapun gue, selalu
ada anak muda yang berhijab. Gue sih menyambut perubahan ini sebagai sesuatu yang bagus, karena lihat dari segi positifnya sih
akhirnya banyak wanita Muslim yang mau menutup sesuatu yang disebut aurat di agama mereka. Diharapkan setelah pake hijab, kelakuan wanita Muslim juga lebih ke arah Muslim dan jadi contoh yang baik untuk masyarakat.

Tapi walaupun sepositif-positifnya gue, tetep aja gue ngerasain banyak banget dampak negatif dengan mode hijab ini. Bukan negatif secara agama, tapi negatif secara image. Gue ngerasa, hijab yang belakangan ini jadi mode, lama-lama malah dianggap sebagai aksesori semata. Kesan kesucian agamanya hilang karena makin banyak hijab yang dimodel-modelin.

Ya mulai dari punuk unta lah (ini model hijab yang paling gue sebel,emang enak ya ada cepolan tinggi di atas kepala lo?), bentuknya kayak rambut lah, macem-macem deh, gue sendiri juga nggak tau nama-nama modelnya apa karena ya emang nggak pernah pake hahahaha!

Mungkin modifikasi hijab ini dilakukan untuk menarik wanita Muslim untuk berjilbab, dengan pemikiran hijab bisa keliatan update dan bisa menjawab keresahan wanita Muslim yang pengen berhijab tapi takut nggak bisa keliatan modis lagi. Tapi gue nggak setuju tuh sama pemahaman kayak gini karena lama-lama laju modifikasi hijab terkesan makin nggak beraturan dan jadi nggak sesuai dengan norma-norma agama Islam yang ada. Ya harus sesuai norma Islam dong, itu kan perangkat agama.

Daripada hijab dijadiin komoditas mode, sekalian aja pake headscarf ato turban! Sama-sama penutup kepala dan bisa dibikin modis kan?

Contohnya aja deh. Misalnya beberapa tahun lagi selain tren hijab akan ada tren pake kalung salib atau hal-hal yang berkaitan dengan salib kayak kaos gambar salib, gelang dengan bandul salib, dan lain sebagainya. Gue, sebagai orang Kristen, pasti suka, karena gue ngerasa lambang agama gue diterima di masyarakat luas. Tapi gue akan jadi sebel kalo makin banyak orang yang menyalahgunakan pemakaian gambar salib, kayak misalnya muncul motif salib terbalik (yang di agama gue adalah simbol dari Antikristus), atau salib yang dimacem-macemin modelnya,
sehingga esensi kesucian dari salib itu hilang.

Lama-lama orang pake ornamen salib bukan
untuk semakin mengimani agamanya, tapi untuk gaya-gayaan. Nah, ini yang gue rasakan terhadap laju mode hijab yang makin lama makin cepat ini.

Perempuan Muslim lama-lama pake hijab bukan sebagai tanda patuh terhadap perintah agama, tapi cuma karena hijab lagi ngetren. Nanti kalo suatu saat tren hijab ilang, lalu mau diapain dong cewek-cewek Muslim yang pake hijab cuma buat aksesoris doang?
Masa disuruh lepas hijabnya?

Maafkan gue, tapi gue masih berpikir bahwa lo
pake hijab kalo lo merasa siap. Siap untuk apa?

Siap untuk berpakaian sederhana, siap untuk
nahan diri pamer badan lo ke masyarakat, siap untuk menjalankan hidup yang nggak sepenuhnya duniawi. Bahasa gampangnya? Siap mengerem diri pake celana skinny jeans dan baju ketat. Siap menolak kalo ditawari ngerokok atau minum. Kalo di agama Katolik, gue menganalogikan cewek yang siap pake hijab itu kayak cewek yang memutuskan untuk jadi
biarawati.

Kesamaannya terletak di kewajiban untuk menjalankan hidup sederhana. Tapi masalahnya banyak cewek jaman sekarang yang pengen keliatan mewah padahal pake hijab.

Yeeee, lu harus milih salah satu... karena pada dasarnya hijab itu menutup aurat lu dan menutup semua kekayaan lu supaya nggak dilihat dunia...
Padahal, kalo aja cewek-cewek itu mau nyari tau lebih banyak, ada kok cara-cara pake hijab yang sederhana tapi masih keliatan rapi dan mewah.

Mewah itu nggak perlu jadi kayak toko perhiasan berjalan kok. Lo punya temen cewek yang bajunya sederhana tapi keliatan rapi dan
mewah? Nah, tanyain caranya sama dia. Dengan pemilihan warna dan bentuk baju yang tepat untuk badan kita (tanpa harus ngeliatin lekuk tubuh), kita bisa keliatan rapi, sederhana tapi mewah dengan hijab yang (kata ustad) syar'i.

Actually you can have the best of both worlds,
you just gotta work more to achieve it.

Udah ah, sekarang gue mau menyerahkan
semuanya ke kalian. Pilih keputusan berhijab karena memang keputusan dari hati atau cuma pengen ikut-ikutan aja? Beneran siap nggak pake hijab? Karena hijab itu bukan sekedar tren.
Modifikasi hijab memang lagi tren, tapi esensi dari hijab sendiri adalah sebagai alat agama.

Suatu saat nanti bisa jadi hijab kembali ke bentuk dasarnya. Jangan sampe buta dan nggak bisa ngebedain tren dengan perangkat agama.

Pikir juga, apa yang akan lo lakuin kalo tren modifikasi hijab lenyap dimakan waktu? Bakal tetep pake hijab atau malah lepas hijab karena udah nggak tren lagi?

Sumber : FB Ummu Kanza Alfadila

Muslimah Jangan Takut Bau Badan, Ini Solusinya…


Bau badan adalah persoalan tersendiri bagi sebagian muslimah. Bau badan cukup mengganggu hingga membuat orang lain tidak nyaman di dekatnya. Memang tidak banyak orang yang mengatakan terganggu meskipun sebenarnya ia terganggu. Namun jika teman-teman menjauh, atau mengambil jarak saat bersama kita, bisa jadi itu sinyal bahwa sebenarnya mereka terganggu dengan bau badan kita.
Bagaimana mengatasi bau badan bagi muslimah? Berikut 6 tipsnya:

Ganti Jilbab

Gantilah jilbab setiap hari. Jangan merasa jilbab masih bersih lalu tetap dipakai. Atau karena malas mencuci. Atau karena sangat sayang dengan jilbab tersebut, lalu tetap dipakai berhari-hari.

Ganti Baju

Gantilah baju setiap hari pula. Khususnya atasan. Jangan merasa cukup hanya dengan ganti jilbab, sementara bajunya tetap. Mungkin kita merasa orang sudah menganggap penampilan kita berubah hanya dengan ganti jilbab. Mungkin kita merasa orang tak terlalu memperhatikan baju kita ketika jilbab kita berubah warna. Tapi cobalah lebih peka bahwa selain penilaian orang lain terhadap warna pakaian, yang lebih penting adalah mencegah diri kita menjadi sumber ketidaknyamanan. Jika kita bau, teman-teman bisa terganggu.
Untuk rok, asalkan masih bersih, bolehlah besuknya dipakai lagi. Rok tidak sesensitif baju yang langsung tercium baunya karena dekat dengan hidung teman-teman kita. Tapi, jangan sampai keterusan rok tidak ganti hingga seminggu.

Pakai anti BB

Salah satu cara mengatasi bau badan adalah dengan anti BB. Misalnya roll on yang dipakai sesudah mandi.

Rajin mandi

Pastikan kita rajin mandi, minimal dua kali sehari. Mandi membuat tubuh bersih dan segar, sekaligus menghilangkan bau tidak sedap.

Gunakan ramuan tradisional

Jika keempat tips tersebut sudah dilakukan tetapi bau badan belum hilang/berkurang, cobalah ramuan tradisional. Konon air sirih yang direbus, diminum segelas sehari, dapat membantu.

Jaga makanan dan minuman


Makanan dan minuman yang kita konsumsi mempengaruhi bau badan kita. Untuk itu, salah satu tips mengatasi bau badan adalah dengan menjaga makanan dan minuman kita. Hindari makanan dan minuman yang mengakibatkan bau keringat semakin tidak sedap. (webmuslimah)

Minggu, 19 Juli 2015

Hukum Wanita Menggelung Rambut yang Membentuk Benjolan



Apa hukum seorang wanita mengumpulkan (menggelung/sanggul) rambutnya di atas lehernya dan di belakang kepalanya yang membentuk benjolan sehingga ketika wanita itu memakai hijab, terlihat bentuk rambutnya dari belakang hijabnya?

Ini adalah kesalahan yang terjadi pada banyak wanita yang memakai jilbab, dimana mereka mengumpulkan rambut-rambut mereka di belakang kepala mereka sehingga menonjol dari belakang kepalanya seandainya mereka memakai jilbab di atasnya. Sesungguhnya hal ini menyelisihi syarat hijab yang telah kukumpulkan dalam kitabku “Hijab al-Mar’ah al-Muslimah minal Kitab was Sunnah”.

Dan diantara syarat-syarat tersebut adalah pakaian mereka tidak membentuk bagian tubuh atau sesuatu dari tubuh wanita tersebut, oleh karena itu tidak boleh bagi seorang wanita menggelung rambutnya dibelakang kepalanya atau disampingnya yang akan menonjol seperti itu, sehingga tampaklah bagi penglihatan orang walaupun tanpa sengaja bahwa itu adalah rambut yang lebat atau pendek. Maka wajib untuk mengurainya dan tidak menumpuknya.

Apakah perbuatan yang dilakukan sebagian wanita berupa mengumpulkan rambut menjadi berbentuk bulat (menggelung/menyanggul) di belakang kepala, masuk ke dalam ancaman dalam hadits :
نساء كاسيات عاريات … رؤوسهن كأسنمة البخت المائلة لا يدخلن الجنة …

“…Wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang… kepala-kepala mereka seperti punuk unta, mereka tidak akan masuk surga…“ ?

Adapun jika seorang wanita menggelung rambutnya karena ada kesibukan kemudian mengembalikannya setelah selesai, maka ini tidak mengapa karena ia tidak melakukannya dengan niat berhias, akan tetapi karena adanya hajat/keperluan.

Adapun mengangkat dan menggelung rambut untuk tujuan berhias, jika dilakukan ke bagian atas kepala maka ini masuk ke dalam larangan, berdasarkan sabda Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam :
رؤوسهن كأسنمة البخت …

“…kepala-kepala mereka seperti punuk unta…”, dan punuk itu adanya di atas.

Dan jika dikumpulkan di leher maka tidak masuk dalam larangan, akan tetapi hal ini jangan dilakukan ketika wanita itu mau pergi ke pasar, karena jika ia pergi ke pasar dalam keadaan menggelung rambut di kepalanya, ini akan tampak dari balik aba’ah (jilbab) sehingga akan menarik perhatian. Maka perbuatan ini dilarang jika ia mau pergi ke pasar.
Hukum Wanita Mengenakan Barukah (Sanggul)

Apa hukum seorang wanita mengumpulkan (menggelung/sanggul) rambutnya di atas lehernya dan di belakang kepalanya yang membentuk benjolan sehingga ketika wanita itu memakai hijab, terlihat bentuk rambutnya dari belakang hijabnya?Jawaban : Ini adalah kesalahan yang terjadi pada banyak wanita yang memakai jilbab, dimana mereka mengumpulkan rambut-rambut mereka di belakang kepala mereka sehingga menonjol dari belakang kepalanya walaupun mereka memakai jilbab di atasnya. Sesungguhnya hal ini menyelisihi syarat hijab yang telah kukumpulkan dalam kitabku “Hijab al-Mar’ah al-Muslimah minal Kitab was Sunnah”.Di antara syarat-syarat tersebut adalah pakaian mereka tidak membentuk bagian tubuh atau sesuatu dari tubuh wanita tersebut, oleh karena itu tidak boleh bagi seorang wanita menggelung rambutnya dibelakang kepalanya atau disampingnya yang akan menonjol seperti itu, sehingga tampaklah bagi penglihatan orang, walaupun tanpa sengaja bahwa itu adalah rambut yang lebat atau pendek. Maka, wajib untuk mengurainya dan tidak menumpuknya.

Apa hukumnya wanita mengenakan sanggul untuk berhias di hadapan suaminya?

Alhamdulillah, suami maupun istri mesti berhias diri untuk pasangannya dengan perhiasan yang menambah rasa cinta dan memperkuat hubungan antara keduanya. Akan tetapi dalam koridor-koridor yang dibolehkan syariat Islam, bukan yang diharamkannya. Perhiasan yang disebut sanggul itu pertama kali muncul dan populer di kalangan wanita non muslim yang mereka kenakan untuk berhias hingga menjadi ciri khas mereka. Memakainya untuk berhias meskipun di hadapan suaminya termasuk menyerupai wanita-wanita kafir. Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam telah melarang hal itu. Beliau bersabda:“Barang siapa menyerupai suatu kaum maka ia termasuk golongan mereka.”Dan juga sanggul tersebut digolongkan kepada hukum menyambung rambut, bahkan lebih berat dari itu. Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam telah melarang hal tersebut dan melaknat pelakunya.