Tampilkan postingan dengan label Pernikahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pernikahan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 September 2015

Wanita Harus Baca, Beginilah Perempuan Dalam Pikiran Laki-Laki

Kamu tau kenapa saya suka wanita itu pakai jilbab? Jawabannya sederhana, karena mata saya susah diajak kompromi. Bisa dibayangkan bagaimana saya harus mengontrol mata saya ini mulai dari keluar pintu rumah sampai kembali masuk rumah lagi. Dan kamu tau? Di kampus tempat saya seharian disana, kemana arah mata memandang selalu saja membuat mata saya terbelalak. Hanya dua arah yang bisa membuat saya tenang, mendongak ke atas langit atau menunduk ke tanah.



Melihat kedepan ada perempuan berlenggok dengan seutas “Tank Top”, noleh ke kiri pemandangan “Pinggul terbuka”, menghindar kekanan ada sajian “Celana ketat plus You Can See”, balik ke belakang dihadang oleh “Dada menantang!” Astaghfirullah… kemana lagi mata ini harus memandang?

Kalau saya berbicara nafsu, ow jelas sekali saya suka. Kurang merangsang itu mah! Tapi sayang, saya tak ingin hidup ini dibaluti oleh nafsu. Saya juga butuh hidup dengan pemandangan yang membuat saya tenang. Saya ingin melihat wanita bukan sebagai objek pemuas mata. Tapi mereka adalah sosok yang anggun mempesona, kalau dipandang bikin sejuk di mata. Bukan paras yang membikin mata panas, membuat iman lepas ditarik oleh pikiran “ngeres” dan hatipun menjadi keras.

Andai wanita itu mengerti apa yang sedang dipikirkan oleh laki-laki ketika melihat mereka berpakaian seksi, saya yakin mereka tak mau tampil seperti itu lagi. Kecuali bagi mereka yang memang punya niat untuk menarik lelaki untuk memakai aset berharga yang mereka punya.

Istilah seksi kalau boleh saya definisikan berdasar kata dasarnya adalah penuh daya tarik seks. Kalau ada wanita yang dibilang seksi oleh para lelaki, janganlah berbangga hati dulu. Sebagai seorang manusia yang punya fitrah dihormati dan dihargai semestinya anda malu, karena penampilan seksi itu sudah membuat mata lelaki menelanjangi anda, membayangkan anda adalah objek syahwat dalam alam pikirannya. Berharap anda melakukan lebih seksi, lebih… dan lebih lagi. Dan anda tau apa kesimpulan yang ada dalam benak sang lelaki? Yaitu: anda bisa diajak untuk begini dan begitu alias gampangan!

Mau tidak mau, sengaja ataupun tidak anda sudah membuat diri anda tidak dihargai dan dihormati oleh penampilan anda sendiri yang anda sajikan pada mata lelaki. Jika sesuatu yang buruk terjadi pada diri anda, apa itu dengan kata-kata yang nyeleneh, pelecehan seksual atau mungkin sampai pada perkosaan. Siapa yang semestinya disalahkan? Saya yakin anda menjawabnya “lelaki” bukan? Oh betapa tersiksanya menjadi seorang lelaki dijaman sekarang ini.

Kalau boleh saya ibaratkan, tak ada pembeli kalau tidak ada yang jual. Simpel saja, orang pasti akan beli kalau ada yang nawarin. Apalagi barang bagus itu gratis, wah pasti semua orang akan berebut untuk menerima. Nah apa bedanya dengan anda menawarkan penampilan seksi anda pada khalayak ramai, saya yakin siapa yang melihat ingin mencicipinya.

Begitulah seharian tadi saya harus menahan penyiksaan pada mata ini. Bukan pada hari ini saja, rata-rata setiap harinya. Saya ingin protes, tapi mau protes ke mana? Apakah saya harus menikmatinya? tapi saya sungguh takut dengan Zat yang memberi mata ini. Bagaimana nanti saya mempertanggungjawabkan nanti? sungguh dilema yang berkepanjangan dalam hidup saya.

Allah Taala telah berfirman:

“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya”, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita beriman “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya) kecuali yang biasa terlihat. ….” – (QS. An-Nuur : 30-31).

adi tak salah bukan kalau saya sering berdiam di ruangan kecil ini, duduk di depan komputer menyerap sekian juta elektron yang terpancar dari monitor, saya hanya ingin menahan pandangan mata ini.
Biarlah mata saya ini rusak oleh radiasi monitor, daripada saya tak bisa pertanggung jawabkan nantinya.

Jadi tak salah juga bukan? kalau saya paling malas diajak ke mall, jjs, kafe, dan semacam tempat yang selalu menyajikan keseksian.

Saya yakin, banyak laki-laki yang punya dilema seperti saya ini. Mungkin ada yang menikmati, tetapi sebagian besar ada yang takut dan bingung harus berbuat apa. Bagi anda para wanita apakah akan selalu bahkan semakin menyiksa kami sampai kami tak mampu lagi memikirkan mana yang baik dan mana yang buruk. Kemudian terpaksa mengambil kesimpulan menikmati pemadangan yang anda tayangkan?

So, berjilbablah… Karena itu sungguh nyaman, tentram, anggun, cantik, mempersona dan tentunya sejuk dimata.

Jadilah wanita yang menjaga aurat karan itu menjaga pandangan lelaki.

Pesan dari Seorang laki-laki yang berusaha menahan pandangannya:

Jadilah wanita yang menjaga aurat karena itu menjaga pandangan lelaki” karena SALING MENJAGA itu lebih BAIK daripada SALING MENYALAHKAN… - 

Selasa, 01 September 2015

Bentuk Sikap Membangkang Terhadap Suami yang Seringkali Tidak Disadari oleh Istri


Inilah Bentuk Sikap Membangkang Terhadap Suami yang Seringkali Tidak Disadari oleh Istri. Simak selengkapnya…

Sahabat Ummi, ridho suami adalah jalan untuk mendapatkan ridho Allah SWT. Karena itu, seharusnya seorang istri senantiasa berusaha melakukan hal yang terbaik bagi suami. Kepatuhan istri kepada seorang suami adalah wajib selama suami tidak memerintahkan hal yang dilarang oleh agama.

Namun pada kenyataannya, tak sedikit istri yang membangkang terhadap suami. Nusyus adalah sikap membangkang, tidak patuh dan tidak taat kepada suami. Wanita yang melakukan nusyus adalah wanita yang melawan suami, melanggar perintahnya, tidak taat kepadanya, dan tidak ridha pada kedudukan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala telah tetapkan untuknya. Beberapa hal diantaranya tidak disadari oleh istri sebagai sikap membangkang.

Dan inilah beberapa bentuk sikap membangkang terhadap suami yang seringkali tidak disadari oleh istri:

1. Menolak ‘ajakan’ suami

Saat istri merasa letih, istri merasa berhak untuk menolak ajakan suami untuk berhubungan badan. Padahal hal ini tidak benar. Istri berkewajiban untuk menyegerakan dalam menyambut ajakan suami seperti penjelasan hadits berikut ini:

Rasulullah saw. bersabda, "Allah melaknat istri yang suka berkata, ‘Nanti. nanti' (dalam memenuhi ajakan suaminya)." (Thabrani).

Saat keinginan suami untuk berhubungan badan ditolak, akan terbuka pintu maksiat yang dapat menyeret suami kepada perbuatan zina.

2. Lalai dalam melayani suami

Bentuk kelalaian dalam melayani suami merupakan indikasi sikap membangkang terhadap suami. Contohnya: istri malas memasak, sehingga dari hari ke hari selalu menyajikan menu masakan instan kepada suami. Hal ini menimbulkan berkurangnya nafsu makan dan berpotensi menimbulkan berbagai penyakit dalam jangka waktu yang panjang.

3. Merendahkan suami dan kurang menghargai hasil jerih payah suami

Tanpa disadari, istri terkadang bersikap merendahkan suami dengan ucapannya. Misalnya: membandingkan penghasilan suami dengan tetangga.

4. Terlalu sering mengeluh

Istri yang terlalu sering mengeluh tentu akan membuat suami merasa tidak nyaman. Bentuk sikap mengeluh yang merupakan sikap membangkang pada suami adalah: mengeluh dengan penghasilan suami atau mengeluh setiap kali mengerjaan pekerjaan rumah.

5. Menyebarkan dan mencela rahasia-rahasia suami

Rahasia suami harus senantiasa ditutupi oleh istri. Sekalipun sedang ada perselisihan, istri tidak diperkenankan untuk menyebarkan dan mencela rahasia-rahasia suami.

6. Membelanjakan nafkah pada hal yang tidak disukai oleh suami

Belanjakanlah nafkah dari suami pada hal yang dia ridhoi karena hal ini merupakan indikasi istri menghargai suami dan juga segala jerih payahnya dalam mencari nafkah.

Seorang istri shalihah akan senantiasa menempatkan ketaatan kepada suami di atas segala-galanya. Namun tentu saja bukan ketaatan dalam kedurhakaan kepada Allah, karena tidak ada ketaatan dalam maksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ketaatan istri sangat besar pengaruhnya dalam menumbuhkan cinta dan memelihara kesetiaan suami. Sebaliknya, sikap membangkang terhadap suami akan mengikis benih cinta dalam hati suami.

Waallahu a’laam bishowab.

Sumber: ummi-online.com

Jumat, 28 Agustus 2015

Resep Donat JCO Spesial Empuk Dan Lembut

Dari berbagai resep donat yang pernah saya buat, menurut saya pribadi donat JCO sepesial ini adalah donat paling enak dan sangat mudah membuatnya. Donat JCO spesial ini adalah donat kesukaan anak dan suami saya di rumah, maka dari itu untuk buntik2 pembaca setia INIResep wajib untuk mencobanya di rumah

Cara Membuat dan Resep Donat JCO
Resep Donat J.C.O


BAHAN-BAHAN DONAT JCO 

1 Tepung terigu cakra 225 gram
2 Garam halus 1/8 sdt
3 Air 150 ml
4 Ragi instan 7 gram
5 Tepung Terigu Cakra 50 gram
6 Kocok Lepas telur, lalu bagi dua bagian yang sama [hanya setengah yang di gunakan] 1 butir
7 Susu bubuk full cream 15 gram
8 Mentega putih 30 gram
9 Gula pasir 30 gram

Cara Membuatn Donat JCO

Pertama-tama campurkan bahan 225 gram tepung terigu cakra, 1/8 sendok teh garam halus, 150 ml air, 7 gram ragi aduk-aduk sampai rata/sedikit mngkalis. Biarkan dalam wadah tertutup selama kurang lebih 90 menit atau 1 jam setengah
Setelah 90 menit tambahakan bahan 50 gram tepung terigu cakra, 1 butir telur kocok lepas, kemudian menjadi dua bagian yang sama, 15 gram susu bubuk full cream, 30 gram mentega putih, 30 gram gula pasir lalu uleni dengan menggunakan tangan sampai adonan donat JCO menjadi kalis. Waktu saya meng uleni tidak sampai 15 menit.
Kemudian setelah adonan mengkalis diamkan lselama kurang lebih 15 menit, sama dalam wadah tertutup

Sesudah 15 menit, gilas adonan donat JCO setebal 1 cm dan diamkan lagi selama 10 menit.
Kemudian cetak adonan menggunakan cetakan donat atau anda bisa cetak sendiri dengan menggunakan tangan, kalo semua adonan beres anda cetak diamkan kembali selama 10 menit.
Sambil menunggu anda panaskan minyak goreng dan goreng donat JCO hingga matang (gunakan api kecil saja agar donat JCO matang sempurna).

Setelah warna donat berubah menjadi coklat keemasan angkat dan tiriskan
Setelah dingin anda tinggal anda kasih toping atau hiasan dengan berbagai aneka hiasan seperti cokelat, keju, meises warna warni sesuai selera masing-masing.
Donat siap di hidangkan dan paling enak sambil di temani satu cangkir teh.

Tips untuk resep ini
Dalam menggunakan ragi/Fermipan di usahakan raginya masih baru, biar nantinya adonan donat mengembang dengan sempurna. Gunakan Mentega tawar seperti Orchad Butter, supaya nanti hasilnya donat lebih nikmat.

INGIN HAMIL? Perbanyaklah Sedekah. Sebuah Kisah Nyata


Ini adalah pengalamanku untuk yang pertama kalinya mengalami hamil, dan ini merupakan anugerah terbesar didalam hidupku.

Karena usaha untuk mendapatkan status hamil ini aku lakukan dengan suamiku selama 3 tahun 9 bulan. Banyak usaha yang sudah saya lakukan untuk menghasilkan buah hati yang kami dambakan, tapi Allah belum memberikan juga untuk waktu yang cukup lama.

Hampir 1 tahun penuh aku dan suamiku kontrol ke dokter dan dokter pun telah memberikan resep obat untuk aku, tapi belum juga berhasil. Hingga pada suatu waktu saya bertemu dengan guru ngaji saya di rumahnya, tepatnya di Depok. Beliau berpesan agar aku tetap sabar dalam meminta sesuatu apapun Kepada Allah.

"Kunjungilah Orang Tua (ibu/bapak) kamu mintalah maaf bila ada kesalahan dan mintalah do'a dari mereka. Perbanyaklah sedekah untuk Anak yatim dan orang-orang yang tidak mampu, maka Insya Allah akan diberikan kemudahan dalam mendapatkan apa yang di inginkan." Begitu kata Beliau

Kebetulan hari raya 'Idul Fitri tiba, jadi aku dan suamiku mudik ke Jawa (Solo & Jogja) disitulah kesempatan aku untuk sungkem dengan orangtua dan saudara-saudaraku.

Sepulang dari Jawa, setiap kali aku jalan ke kantor aku melihat orang tua yang tak mampu maka aku sisihkan uangku kepadanya walau hanya 1.000,- atau 2.000,- saja.

Aku juga menyumbang beberapa rupiah rejeki suami dan aku untuk anak-anak yatim.

Dan kemudian pada suatu hari dalam perjalanan pulang kerja diperempatan jalan bersama suamiku naik motor, kulihat ada bapak-bapak tua dengan tongkat dipinggir jalan dengan kondisi yang lemah. Aku melihatnya sungguh kasihan, kebetulan aku membawa 2 bungkus nasi yang aku dapat dari kantor pas ada acara buka bersama, lalu aku berikan 1 bungkus untuk si bapak tadi, sambil didalam hati aku berdo'a, Ya Allah tolonglah bapak ini dari kemalangan dan kabulkanlah do'a-do'aku.

Si Bapak tersenyum tanda ucap terimakasih dan mengucapkan beberapa kalimat yang tak kudengar suaranya, mungkin beliau juga mendo'akan saya.

Nah semenjak itu, Alhamdulillah pekerjaanku berjalan dengan lancar & rejeki mengalir dengan sendirinya.

Termasuk rejeki yang aku dapat adalah aku POSITIF HAMIL. Spontan aku kaget banget melihat hasil tes urine menunjukan positif, serasa tidak percaya kemudian pada malam harinya aku langsung cek ke dokter dan dokter pun bilang "Selamat ibu telah postif hamil selama 7 minggu" Kata dr. Simarmata Di RS Tunas Jaya Cibinong.

Alhamdulillah... Ya Allah Engkau telah mendengar dan mengabulkan do'a-do'a ku.. .

Dari situ aku sadar, bahwa perbuatan baik kita PASTI akan dibalas dengan kebaikan juga dari Allah SWT.

Oleh sebab itu, jangan pernah lupakan darimana kita berasal dan siapa orang-orang di sekeliling kita. Bantulah mereka yang tidak mampu agar kehidupannya lebih baik dari keadaaan sekarang.

Semoga bisa jadi inspirasi pagi untuk Bunda yang sedang berusaha dalam program hamil. Semangat Bunda! Selamat beraktivitas.

Kamis, 27 Agustus 2015

5 Perlakuan Pria Yang Bisa Membuat Hati Wanita Luluh.


Apakah kamu masih single dan pusing bagaimana caranya meluluhkan hati wanita? Kalau lihat pasangan yang sedang pacaran, sepertinya mereka bahagia sekali ya. Jangan takut, disini ada beberapa cara untuk meluluhkan hati wanita, sebenarnya sangat gampang, tidak perlu menjadi ganteng atau menjadi kaya, hanya perlu tulus menyayanginya dan memiliki daya tarik tersendiri.

Sebenarnya wanita yang kuat dan mandiri itu sebenarnya membutuhkan tempat untuk bersandar, membutuhkan orang yang melindunginya, tetapi kenapa mereka masih suka menolak? Di Jepang akan diadakan penelitian "Tindakan pria apa saja yang bisa membuat hati wanita luluh?", setelah melakukan survey ternyata ada 5 tindakan yang bisa membuat hati wanita luluh, kalau kamu bisa melakukan 5 tindakan ini pasti wanita yang kamu suka akan suka padamu juga.

1. Memeluk wanita dengan sebelah tangan dan pegang kepalanya, ini akan membuat wanita merasa aman dan bahagia (perbedaan tinggi badan harus diperhatikan)

2. Kalau ada mobil datang dari belakang, segera peluk pinggangnya, selain romantis juga memberikan rasa aman dan terlindungi untuk wanita.

3. Menyilangkan tangan keatas saat melepas baju akan terasa sangat gentle, apalagi kalau badanmu dilatih dengan baik, pasti akan membuat wanita terpesona.

4. Saat gandengan tangan, gandeng tangan kecil si dia dan masukkan kedalam kantung jaketmu. 

5. Saat ngerem mendadak, pastikan di dia baik-baik saja, siagakan tanganmu di depan badannya (Hati-hati jangan sampai kena dadanya ya …)

Apakah kamu sudah bisa tindakan-tindakan diatas? Tidak peduli kamu masih single atau sudah punya pacar, tindakan diatas bisa sangat berguna lho. Ayo di share, biar temanmu yang masih jomblo segera menemukan cintanya.

Selasa, 25 Agustus 2015

ANTARA NAFKAH ISTRI DAN UANG BELANJA


Harta isteri adalah harta milik isteri, baik yang dimiliki sejak sebelum menikah, atau pun setelah menikah. Harta istri setelah menikah yang terutama adalah dari suami dalam bentuk nafaqah (nafkah), selain juga mungkin bila isteri itu bekerja atau melakukan usaha yang bersifat bisnis. 

Khusus masalah nafkah, sebenarnya nafkah sendiri merupakan kewajiban suami dalam bentuk harta benda untuk diberikan kepada isteri. Segala kebutuhan hidup istri mulai dari makanan, pakaian dan tempat tinggal, menjadi tanggungan suami. Dengan adanya nafkah inilah kemudian seorang suami memiliki posisi qawam (pemimpin) bagi istrinya, sebagaimana firman Allah SWT:

Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. (QS. An-Nisa': 34)

Namun yang seringkali terjadi, sebagian kalangan beranggapan bahwa nafkah suami kepada istri adalah biaya kehidupan rumah tangga atau uang belanja saja. Pemandangan sehari-harinya adalah suami pulang membawa amplop gaji, lalu semua diserahkan kepada isterinya.

Cukup atau tidak cukup, pokoknya ya harus cukup. TInggallah si istri pusing tujuh keliling, bagaimana mengatur dan menyusun anggaran belanja rumah tangga. Kalau istri adalah orang yang hemat dan pandai mengatur pemasukan dan pengeluaran, suami tentu senang.

Yang celaka, kalau istri justru kacau balau dalam memanaje keuangan. Alih-alih mengatur keuangan, yang terjadi justru besar pasak dari pada tiang. Ujung-ujungnya, suami yang pusing tujuh keliling mendapati istrinya pandai membelanjakan uang, plus hobi mengambil kredit, aktif di arisan dan berbagai pemborosan lainnnya.

Padahal kalau kita kembalikan kepada aturan asalnya, yang namanya nafkah itu lebih merupakan ‘gaji’ atau honor dari seorang suami kepada istrinya. Sebagaimana ‘uang jajan’ yang diberikan oleh seorang ayah kepada anaknya.

Adapun kebutuhan rumah tangga, baik untuk makan, pakaian, rumah, listrik, air, sampah dan semuanya, sebenarnya di luar dari nafkah suami kepada istri. Kewajiban mengeluarkan semua biaya itu bukan kewajiban istri, melainkan kewajiban suami.

Kalau suami menitipkan amanah kepada isterinya untuk membayarkan semua biaya itu, boleh-boleh saja. Tetapi tetap saja semua biaya itu belum bisa dikatakan sebagai nafkah buat istri. Sebab yang namanya nafkah buat isteri adalah harta yang sepenuhnya menjadi milik istri.

Kira-kira persis dengan nafkah di awal sebelum terjadinya akad nikah, yaitu mahar atau maskawin. Kita tahu bahwa sebuah pernikahan diawali dengan pemberian mahar atau maskawin. Dan kita tahu bahwa mahar itu setelah diserahkan akan menjadi sepenuhnya milik istri.

Suami sudah tidak boleh lagi meminta mahar itu, karena mahar itu statusnya sudah jadi milik istri. Kalau seandainya istri dengan murah hati lalu memberi sebagian atau seluruhnya harta mahar yang sudah 100% menjadi miliknya kepada suaminya, itu terserah kepada dirinya. Tapi yang harus dipastikan adalah bahwa mahar itu milik istri.

Sekarang bagaimana dengan nafkah buat istri? 
Kalau kita mau sedikit cermat, sebenarnya dan pada hakikatnya, yang disebut dengan nafkah buat istri adalah harta yang sepenuhnya diberikan buat istri. Dan kalau sudah menjadi harta milik istri, maka istri tidak punya kewajiban untuk membiayai penyelenggaraan rumah tangga. Nafkah itu ‘bersih’ menjadi hak istri, di luar biaya makan, pakaian, bayar kontrakan rumah dan semua kebutuhan sebuah rumah tangga.

Mungkin Anda heran, kok segitunya ya? Kok matre’ banget sih konsep seorang istri dalam Islam? 
Jangan heran dulu, kalau kita selama ini melihat para isteri tidak menuntut nafkah ‘eksklusif’ yang menjadi haknya, jawabnya adalah karena para isteri di negeri kita ini umumnya telah dididik secara baik dan ditekankan untuk punya sifat qana’ah.

Saking mantabnya penanaman sifat qana’ah itu dalam pola pendidikan rumah tangga kita, sampai-sampai mereka, para isteri itu, justru tidak tahu hak-haknya. Sehingga mereka sama sekali tidak mengotak-atik hak-haknya.

Memandang fenomena ini, salah seorang murid di pengajian nyeletuk, “Wah, ustadz, kalau begitu hal ini perlu tetap kita rahasiakan. Jangan sampai istri-istri kita sampai tahu kalau mereka punya hak nafkah seperti itu.”

Yang lain menimpali, “Setuju stadz, kalau sampai istri-istri kita tahu bahwa mereka punya hak seperti itu, kita juga ntar yang repot nih ustadz. Jangan-jangan nanti mereka tidak mau masak, ngepel, nyapu, ngurus rumah dan lainnya, sebab mereka bilang bahwa itu kan tugas dan kewajiban suami. Wah bisa rusak nih kita-kita, ustadz.”

Yang lain lagi menambahi, “Benar ustadz, bini ane malahan sudah tahu tuh masalah ini. Itu semua kesalahan ane juga sih awalnya. Sebab bini ane tuh, ane suruh kuliah di Ma’had A-Hikmah di Jalan Bangka. Rupanya materi pelajarannya memang sama ame nyang ustadz bilang sekarang ini. Cuman bini ane emang nggak tiap hari sih begitu, kalo lagi angot doang.”

“Tapi kalo lagi angot, stadz, bah, ane jadi repot sendiri. Tuh bini kagak mao masak, ane juga nyang musti masak. Juga kagak mau nyuci baju, ya udah terpaksa ane yang nyuciin baju semua anggota keluarga.Wii, pokoknya ane jadi pusing sendiri karena punya bini ngarti syariah.”

Menjawab ‘keluhan’ para suami yang selama ini sudah terlanjur menikmati ketidak-tahuan para isteri atas hak-haknya, kami hanya mengatakan bahwa sebenarnya kita sebagai suami tidak perlu takut. Sebab aturan ini datangnya dari Allah juga. Tidak mungkin Allah berlaku berat sebelah.

Sebab Allah SWT selain menyebutkan tentang hak-hak seorang isteri atas nafkah ‘eksklusif’, juga menyebutkan tentang kewajiban seorang isteri kepada suami. Kewajiban untuk mentaati suami yang boleh dibilang bisa melebihi kewajibannya kepada orang tuanya sendiri.

Padahal kalau dipikir-pikir, seorang anak perempuan yang kita nikahi itu sejak kecil telah dibiayai oleh kedua orang tuanya. Pastilah orang tua itu sudah keluar biaya besar sampai anak perawannya siap dinikahi. Lalu tiba-tiba kita kita datang melamar si anak perawan itu begitu saja, bahkan kadang mas kawinnya cuma seperangkat alat sholat tidak lebih dari nilai seratus ribu perak.

Sudah begitu, dia diwajibkan mengerjakan semua pekerjaan kasar layaknya seorang pembantu rumah tangga, mulai dari shubuh sudah bangun dan memulai semua kegiatan, urusan anak-anak kita serahkan kepada mereka semua, sampai urusan genteng bocor. Sudah capek kerja seharian, eh malamnya masih pula ‘dipakai’ oleh para suaminya.

Jadi sebenarnya wajar dan masuk akal kalau untuk para isteri ada nafkah ‘eksklusif’ di mana mereka dapat hak atas ‘honor’ atau gaji dari semua jasa yang sudah mereka lakukan sehari-hari, di mana uang itu memang sepenuhnya milik isteri. Suami tidak bisa meminta dari uang itu untuk bayar listrik, kontrakan, uang sekolah anak, atau keperluan lainnya.

Dan kalau isteri itu pandai menabung, anggaplah tiap bulan isteri menerima ‘gaji’ sebesar Rp 1 juta yang utuh tidak diotak-atik, maka pada usia 20 tahun perkawinan, isteri sudah punya harta yang lumayan 20 x 12 = 240 juta rupiah. Lumayan kan?

Nah hartai tu milik isteri 100%, karena itu adalah nafkah dari suami. Kalau suami meninggal dunia dan ada pembagian harta warisan, harta itu tidak boleh ikut dibagi waris. Karena harta itu bukan harta milik suami, tapi harta milik isteri sepenuhnya. Bahkan isteri malah mendapat bagian harta dari milik almarhum suaminya lewat pembagian waris.

8 PESAN UNTUK PARA SUAMI


1. Hargai isterimu sebagaimana engkau menghargai ibumu, sebab isterimu juga seorang ibu dari anak-anakmu.
2. Jika marah, boleh tidak berbicara dengan isterimu, tapi jangan bertengkar dengannya (membentaknya, mengatainya, memukulnya).
3. Kantung rumah adalah seorang isteri, jika hati isterimu tidak bahagia, maka seisi rumah akan tampak seperti neraka (tidak ada canda tawa, manja, perhatian),maka sayangi isterimu agar dia bahagia dan kau akan merasa seperti disurga.
4. Besar atau kecil gajimu, seorang isteri tetap ingin diperhatikan. dengan begitu, maka isterimu akan selalu menyambutmu pulang dengan kasih sayang.
5. 2 orang yang tinggal 1 atap (menikah) tidak perlu gengsi, bertingkah, siapa menang siapa kalah. karena keduanya bukan untuk bertanding melainkan teman hidup selamanya.
6. Di luar banyak wanita idaman melebihi isterimu,namun mereka mencintaimu atas dasar apa yang kamu punya sekarang, bukan apa adanya dirimu,saat kamu menemukan masa sulit, maka wanita tersebut akan meninggalkanmu dan punya pria idaman lain dibelakangmu.
7. Banyak isteri yang baik,tapi diluar sana banyak pria yang ingin mempunyai isteri yang baik dan mereka tidak mendapatkannya. mereka akan menawarkan perlindungan terhadap isterimu,maka jangan biarkan isterimu meninggalkan rumah karena kesedihan, sebab ia akan sulit sekali untuk kembali.
8. Ajarkan anak laki-lakimu bagaimana berlaku terhadap ibunya, sehingga kelak mereka tahu bagaimana memperlakukan isterinya.

Semoga Bermanfaat

Like dan Share Ya

Senin, 17 Agustus 2015

Suami tak Shalat, Istri Otomatis Tertalak?

Palestinian couple on a beach


Ada seorang wanita yang bertanya kepada seorang ustadz. Obrolan mereka sebagai berikut: Saya seorang wanita yang sudah menikah. Saya tidak tahu banyak tentang laki-laki ini sebelum menikah, karena dijodohkan orangtua dan orangtua saya selalu berkata bahwa laki-laki ini baik dan mapan.

Pada awal pernikahan. Demi bakti saya pada orangtua, saya pun menikah dengannya. Namun setelah menjalani pernikahan, saya menemukan banyak kejanggalan dari sukahan, suami saya banyak melalaikan shalat. Awalnya beralasan lupa, dan shalat di rumah, itupun sering di akhir waktu shalat.

Tapi lama-lama, ia semakin melalaikannya dan sekarang tidak shalat sama sekali. Jika saya mencoba mengingatkan, maka dia akan marah dan memukuli saya. Saya pernah membaca bahwa status pernikahan bisa batal karena suami meninggalkan shalat, benarkah itu?

Ustadz menjawab sbb: Pada pembahasan terdahulu tentang Hukum Meninggalkan Shalat, maka sudah jelas hukumnya bahwa seseorang yang meninggalkan shalat secara sadar dan sengaja karena enggan, menolak kewajiban, atau malas, maka ia dihukumi kafir, murtad, dan keluar dari Islam.

Maka dalam hal ini berlaku juga hukum-hukum bagi orang yang telah keluar dari Islam (murtad).Di antara hukum-hukum tersebut ada yang terkait dengan status pernikahan. Orang yang murtad, maka ia tidak boleh menikah dengan seorang muslimah. Jika sampai terjadi akad nikah, maka akad tersebut tidak sah.

Dan bila ia meninggalkan shalat setelah akad nikah, maka pernikahannya menjadi gugur secara otomatis alias pernikahannya batal secara agama dan isterinya menjadi tidak halal baginya. Wajib bagi seorang wanita untuk menjauh dari suaminya yang meninggalkan shalat dan kembali kepada walinya, sampai suaminya mau bertaubat dan shalat.

Sebagaimana terdapat dalam firman Allah :

ا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا جَاءَكُمُ الْمُؤْمِنَاتُ مُهَاجِرَاتٍ فَامْتَحِنُوهُنَّ اللَّهُ أَعْلَمُ بِإِيمَانِهِنَّ فَإِنْ عَلِمْتُمُوهُنَّ مُؤْمِنَاتٍ فَلا تَرْجِعُوهُنَّ إِلَى الْكُفَّارِ لا هُنَّ حِلٌّ لَهُمْ وَلا هُمْ يَحِلُّونَ لَهُنَّ وَآتُوهُمْ مَا أَنْفَقُوا وَلا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ أَنْ تَنْكِحُوهُنَّ إِذَا آتَيْتُمُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ وَلا تُمْسِكُوا بِعِصَمِ الْكَوَافِرِ وَاسْأَلُوا مَا أَنْفَقْتُمْ وَلْيَسْأَلُوا مَا أَنْفَقُوا ذَلِكُمْ حُكْمُ اللَّهِ يَحْكُمُ بَيْنَكُمْ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ (١٠)
Artinya : “maka jika kamu telah mengetahui bahwa mereka (benar-benar) beriman maka janganlah kamu kembalikan mereka kepada (suami-suami mereka) orang-orang kafir. Mereka tiada halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tiada halal pula bagi mereka” (Al Mumtahanah : 10)

Sebagian ulama ada yang berpendapat bahwa bila seorang suami yang tadinya meninggalkan shalat, lalu ia bertaubat dan ingin rujuk kepada istrinya, maka harus dengan akad baru. Wallaahu alam.[ ]

Dikutip dari Risalah Shifat Shalatin Nabi, Syaikh Ibnu Utsaimin, hal 29-30. Lihat juga di Fatwa-Fatwa Terkini jilid 1, Penerbit Darul Haq, halaman 186-190. (mozaik)

Minggu, 16 Agustus 2015

Buat Ibu Yang Baru Melahirkan, SAY NO TO MPASI DINI!.. Silahkan di Share..




Mana para ibu yang melakukan MPASI dini dan tak mau membuka mata dan hati terhadap pengetahuan yang sudah melalui proses penelitian? Silakan baca kasus dibawah ini!

Orangtua kita wajib kita hormati, namun jika permintaan mereka bukan sesuatu yg membawa kebaikan bagi kita atau buah hati maka ya tak perlu lakukan. Beri pengertian yg baik pada mereka, katakan bahwa anak kita tanggung jawab kita.
Jadilah ibu yang cerdas yang tak termakan sesuatu yang sekedar mitos atau yang berlangsung turun temurun.

Dan pengaruh buruk MPASI dini tidak hanya terlihat secara jangka pendek, bisa jadi jangka panjang seperti munculnya maag akut saat menjelang remaja, dsb. Jadi jangan pernah katakan "Anak saya baik-baik saja..".

Dan korban MPASI dini masih akan terus bertambah selama para ibu belum membuka mata dan hati terhadap bahayanya.

SAY NO TO MPASI DINI!

Jangan korbankan si buah hati demi ego pribadi.




Sumber: https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10152324009246527&set=a.10150194210571527.308427.597401526&type=1

Jumat, 14 Agustus 2015

"SIFAT ALAMI SEORANG ISTRI’’ Para Suami Wajib Baca...


● Seorang istri suka di dengarkan. Jadi kalau dia sedang marah, dengarkan saja. Kalau diladeni tujuh hari tujuh malam dia tahan bertengkar... 

● Seorang istri Suka Kelembutan. Jangan pernah sekali² kasar pada wanita, karena wanita bisa menjadi lebih kasar. 

● Seorang istri Suka Di Beri Kejutan² Kecil. Tidak harus memberi emas berlian pada sang isteri, cukup kecupan mesra dikening tapi penuh cinta dan lembut.

● Sentuhlah istri Anda Dengan Kasih Yang Sesungguhnya. Kasih ini akan membuat Seorang istri memberikan cinta yang lebih.

● Berikan Perhatian Setiap Saat. Ketika tidur pun sebenarnya Seorang istri ingin diperhatikan. Ketersipuannya menandakan rasa senangnya diperhatikan.

● Kirim Selalu Kata² Mesra Yang Menggoda. Walau kata² cinta terasa biasa, tidak bagi Seorang istri. Kata² “Aku kangen kamu sayang” atau “Sehari tanpa mendengar suaramu, aku bisa gila” atau “Hanya kamu yang membuatku tergila²” sudah cukup membuat hati Seorang istri melambung ke langit tujuh. Menggetarkan relung² hati dan jiwanya. Hanya saja Seorang istri menutupinya dengan kata "ach lebay" atau "ich gombal badai dwech" (hayo ngaku..)

● Seorang istri Memang Unik Dan Spesial. Sayangi¬ dia, dan Anda akan mendapatkan ribuan kali lipat cintanya

*Silahkan di--SHARE, biar semua lelaki mengetahui hehehe..

Rabu, 12 Agustus 2015

Inilah Batasan Istri Berinteraksi dengan Teman Laki-laki


Sebagai istri sering kali kita meremehkan adab berinteraksi dengan teman laki-laki, tertawa cekikikan bersama, menggoda dengan suara manja, dan hal-hal lain yang melewati batas. Bagaimana pun kita perlu menjaga diri dan kehormatan sebagai seorang istri, maka inilah batasan istri berinteraksi dengan taman laki-laki yang perlu diperhatikan:

1. Tidak bertabarruj

”Hendaklah kalian (para wanita) tetap di rumah kalian dan janganlah kalian bertabarruj dan seperti tabarruj orang-orang Jahiliyah yang dahulu…” (QS. Al-Ahzab: 33)

Jangan karena merasa sudah sangat dekat dengan teman laki-laki, kita jadi lalai dan malah melakukan tabarruj. Sebagai wanita kita tetap perlu menutup aurat dengan benar, tidak menggunakan pakaian yang ketat, tidak menggunakan pakaian transparan, dan juga tidak berdandan berlebihan.

2. Tidak mendayu-dayukan suara

“Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya.” (Al-Ahzab: 32)

Suara mendayu, mendesah, dan yang serupa bisa merangsang birahi bagi orang yang memiliki penyakit di hatinya. Maka ketika sedang berbicara, baik mengobrol ataupun bercanda, tetap jaga wibawa dalam vibrasi suara.

3. Selalu minta izin suami jika akan bertemu dengan teman, baik di dalam rumah maupun di luar rumah

Banyak istri yang mulai melupakan aturan dasar ini, bahwasanya izin pada suami untuk keluar rumah ataupun memasukkan tamu ke dalam rumah adalah hal penting yang perlu dilakukan, meskipun untuk teman sendiri yang sudah sering berkunjung.

“Tidak halal bagi seorang wanita untuk mengizinkan orang lain masuk ke rumahnya, tanpa persetujan suaminya.” (H.R. Bukhari)

4. Tidak berkhalwat, baik di dunia nyata maupun dunia maya

Menjaga diri agar tidak berdua-duaan merupakan hal penting dalam adab pergaulan, terutama setelah kita menjadi seorang istri. Sebisa mungkin hindari hal-hal yang bisa membuat terjadinya khalwat, misal: Naik motor berduaan, ngobrol di chat room berduaan, dan hal lainnya yang bisa menyebabkan timbulnya fitnah.

5. Tidak curhat mengenai masalah rumah tangga

Curhat mengenai masalah rumah tangga pada pihak ketiga yang merupakan lawan jenis sama sekali bukan ide yang bagus. Sebaiknya hindarilah curhat persoalan rumah tangga dengan teman lelaki mana pun. (ummi)

Jumat, 07 Agustus 2015

Cerita Haru: Please, Nikahi Aku Meski Yang Kedua

Sebuah akun bernama Jelita Cinta mengajukan pertemanan. Aku langsung klik kotak biru konfirmasi, seperti biasanya. Ternyata dia juga anggota Komunitas Bisa Menulis. Setiap kali posting karya, kehadirannya sebagai kawan baru agak mengejutkanku. Dia sangat akrab dan ramah. Selain menyumbang jempol, dia juga selalu memberikan pujian bahkan kadang mengajukan pertanyaan sekitar isi naskah.

Aku memang bukan orang yang bisa ramah di sosial media. Jarang kubalas komentar kawan satu persatu. Sikapku ini ternyata tak menyurutkan Jelita Cinta untuk terus berkomunikasi melalui inbox. Tema pembicaraan tak terlalu jauh dari hal penulisan. Tak mengapalah sekedar berbagi ilmu, toh itu merupakan kebaikan. Begitu pikirku.

Entah apakah dia selalu mengawasi lampu indikator online,setiap kali aku masuk akun fesbuk tak lama dia pasti datang dan memberi salam. Bahkan seakan sudah hafal jam berapa aku biasa online dan offline.

Pembicaraan kamisemakin lama mulai keluar dari tema penulisan. Tetapi tentang kehidupan masing-masing, aktifitas sehari-hari, hingga hobi dan kesukaan.Komunikasi terjadi biasanya saat jam kerja. Pada saat aku perjalanan dinas ke desa-desa banyak waktu luang di mobil. Di situlah aku berselancar di dunia maya, termasuk berkomunikasi dengan Jelita Cinta. Jika sudah sampai di rumah aku jarang membuka gadget untuk bersosial media,demi menjaga komunikasi keluarga.


Aku pun mulai penasaran dengan profilnya. Kulihat hanya ada tiga foto profil. Ketiganya berwajah sama, berarti ini asli bukan foto unggahan pikirku. Kulihat dari gaya foto yang selalu tersenyum nampak dia adalah seorang yang periang dan ceria. Wajahnya bersih dan matanya sejuk menandakan kedamaian hati. Apalagi ditambah dengan balutan hijabnya yang anggun sungguh mempesona. Kekaguman sewajarnya seorang lelaki, tak kurang tak lebih.

Waktu terus berjalan. Hati ini mulai ada yang tak beres. Kadang aku merasa rindu jika dia tak segera menyapa seperti biasanya. Ada rasa cemburu saat dia berkelana di berbagai postingan, berakrab dan menyanjung karya mereka. Tentu mereka yang pria. Sensasi yang



sudah lama mati kini lahir kembali. Apakah aku jatuh hati kepadanya? Ah tidak, sungguh gila.

Memang dunia maya telah banyak membuat orang jadi gila, walau sebenarnya bukan salahnya.

Suatu sore sepulang dari kunjungan ke beberapa pengrajin, aku menulis sebuah puisi di mobil. Tiba-tiba masuk sebuah pesan.

“Om … baru nulis ya?”

“Iya, kok tahu.”

“Tahu dong, kan aku kesetrum.”(Aduh, gini ini yang buat aku puyeng).

“Lebay.”

“Biarin, dah makan, Om?”

“Udahlah … pake soto.”

“Wuihh enaknya … Om boleh nanya?”

“Boleh.”

“Bagaimana pendapat Om tentang poligami?”

“Ya begitu … kagak perlu membahas poligami, kasihan para ibu-ibu kalau dibahas terus. Diamalkan saja, wkwkwkwkkk.”

“Gubraakkk … wah Om mau poligami ya?”

“Kok nanya gitu?”

“Ga papa … hmmm aku mau kok jadi madu.”

“Aittt … bercanda jangan kelewatan.”

“Gkgkgk, paling Om yang ga mau sama aku. Kasihan deh guee ….”

Nada panggilan teleponku berbunyi, kulihat tulisan BOS di layar.”

Cinta, Om off dulu ya, bos manggil neh.”

“Ok Om, ati-ati ya.”

Lima jam kemudian. Aku minum kopi bersama istri di depan kolam ikan. Sedangkan anak-anak sibuk menjadwal pelajaran untuk esok. Kami berdiskusi tentang banyak hal,tiba-tiba istriku mengalihkan pembicaraan.

“Ayah, mau nggak punya istri lagi?”

“Ah, kenapa Mimi bertanya seperti itu?”

“Ya, sapa tau, kan enak punya istri dua.”

“Ngelantur deh.”

“Nggak, betul ini ada akhwat shalihah yang siap.”

“Apaan sih, Mimi.”

“Iya betul, aku pun ridho dan ikhlas kok.”

Aku diam tak menjawab.

“Namanya Jelita Cinta … hihihihihihi.”

GUBRAAAKKKK!!!!!Jantungku hampir berhenti berdetak. Lebih mengejutkan dari petir di siang bolong. Akalku berputar cepat mencoba mencari jawaban dari pertanyaan yang tiba-tiba menyembul di lautan pikiranku. Akhirnya kutemukan sebuah kesimpulan.

“Jadi?”

“Apa Yah?”

“Jelita Cinta itu ….”

“Hihihihi … iya aku,” jawab istriku.

Lengkap sudah rasa bersalahku. Rasa malu dan penyesalantak menentu bercampur jadi satu. Andai saja aku bisa memutar kembali putaran waktu, akan kuganti kisah khilaf ini dengan cerita yang lebih bermutu.